news
UMUM
Hendardji Soepandji Turun Gunung, Beri Solusi untuk Kemajuan Olahraga Indonesia
29 May 2019 18:13 WIB
berita
Hendardji merupakan sosok di balik meningkatkanya prestasi karate nasional saat menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia 2010-2014. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
PAGI itu, kemacetan mewarnai ibu kota. Dari lantai atas salah satu gedung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, justru terjalin suasana hangat.

Tepatnya, saat Hendardji Soepandji berdiskusi dengan rekan media di Tanah Air. Mayor Jenderal (purn) TNI AD ini berbicara panjang lebar terkait olahraga Indonesia.




Baca Juga :
- Turunkan Pelapis, Taekwondo Bidik 4 Emas di SEA Games 2019
- Pembinaan Jadi Misi Utama Percha Leanpuri untuk Kembalikan Kejayaan Boling




Maklum,  Hendardji tidak asing dengan olahraga. Sebab, pria kelahiran Semarang ini masih aktif berkecimpung di dunia olahraga sejak puluhan tahun silam.

Hendardji merupakan sosok di balik meningkatkanya prestasi karate nasional saat menjabat sebagai Ketua Umum Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (Forki) 2010-2014. Saat ini, pria 67 tahun tersebut juga menjabat sebagai Ketua Penasihat Federasi Karate Asia Tenggara (SEAKF).


Baca Juga :
- Gedung Baru KONI Pusat 12 Lantai, Dibangun 2020
- Setelah Asian Games 2018, KONI Optimistis Tatap SEA Games 2019 dan Olimpiade 2020


“Saya selalu mengamati perkembangan olahraga di Indonesia. Namun, saya hanya bisa memberi saran dan masukan. Sebab, saya di luar sistem,” kata Hendardji saat ditemui  di ruangannya, Rabu (29/5).

“Yang saya soroti terkait KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) saat ini. Terutama, setelah Satlak Prima (Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas). Ini kan program. Harusnya dilanjutkan. Sebab, bisa memberi banyak manfaat bagi perkembangan olahraga di Tanah Air.”

Satlak Prima resmi dibubarkan pada 18 Oktober 2017 karena dinilai tumpang tindih. Namun, Hendardji menilai, Satlak Prima merupakan program yang seharusnya berkesinambungan.

“Itu kan program. Bukan organisasi. Memang, pengurusnya harus ramping. Menurut saya, maksimal tujuh orang. Dipimpin Ketua KONI dan Menpora (Menteri Pemuda dan Olahraga) sebagai ketua pengarah. Dengan adanya Satlak Prima, olahraga Indonesia bisa ditingkatkan secara berjenjang,” Hendardji, menambahkan.

Dalam kesempatan itu, Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) 2016 ini mengaku, saat ini belum berencana untuk kembali aktif dalam organisasi olahraga. Namun,  ke depannya tidak menutup bagi Hendardji untuk kembali memimpin.

Maklum, Hendardji dikaitkan sebagai calon ketua KONI 2019-2024. Bisa dipahami mengingat jabatan yang kini diemban Tono Suratman memasuki fase akhir setelah memimpin dua periode pada 2011-2015 dan 2015-2019.

“Yang penting, sistem dijalankan Itu yang utama. Selain itu, harus ada sinergi antara Kemenpora dan KONI. Yang satu perwakilan dari pemerintah dan lainnya seperti LSM yang independen,” ujar Hendardji, optimistis.***

loading...
news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news
news