news
INFOGRAFIS
INFOGRAFIS: Final NBA, Toronto Raptors Vs Golden State Warriors
29 May 2019 15:00 WIB
berita
Kawhi Leonard
TORONTO – Golden State Warriors berhasil membentuk dinasti di NBA. Kesuksesan menyabet tiga gelar juara dalam empat musim terakhir, berhasil dipertahankan Stephen Curry dan kawan-kawan, musim ini. Untuk kali pertama secara beruntun, klub milik Joe Lacob dan Peter Guber tersebut tampil di partai puncak.

Namun, final kali ini terasa berbeda untuk Warriors karena tak lagi menghadapi Cleveland Cavaliers yang saat itu diperkuat LeBron James, begitu perkasa. Sejak ditinggal sang megabintang, Cavs pun babak belur. Tak sekadar gagal ke play-off melainkan berkutat di papan bawah Wilayah Timur.




Baca Juga :
- Lakers Menang di Kandang Warriors
- Hasil Lengkap NBA, Selasa (4/2) Pagi




Musim ini, Warriors akan mempertaruhkan dinastinyaa menghadapi Toronto Raptors. Bila melihat penampilan Kawhi Leonard dan kawan-kawan yang mampu bangkit dari ketertinggalan, bukan tak mungkin satu-satunya klub yang bermarkas di luar Amerika Serikat (AS) tersebut menyulitkan Warriors.

Berbicara soal Leonard, bisa jadi ujian untuk tim asuhan Steve Kerr. Bayangkan, saat masih membela San Antonio Spurs, pebasket 27 tahun itu mampu meruntuhkan dinasti Miami Heat yang ketika itu digawangi trio LeBron James-Dwyane Wade-Chris Bosh. Ia mampu membawa Spurs menang 4-1, 2013/14.


Baca Juga :
- Sengit, Blazers Taklukkan Raptors di Kandang Lawan
- Skuat Muda Liverpool Juga Oke


Penampilan gemilangnya dalam rangkaian laga puncak tersebut juga membuat Leonard dinobatkan sebagai Most Valuable Player (MVP) Final. “Dia adalah pemain terbaik dalam liga (basket) ini. Kami bahagia kami memilikinya,” ujar Presiden Raptors Masai Ujiri soal pemain yang baru didatangkan, musim ini.

Selama babak play-off, Leonard juga on fire. Salah satu tim yang memiliki defense kuat seperti Milwaukee Bucks pun tak mampu menghentikannya. Berkat dirinya, Raptors sanggup menjungkirbalikkan prediksi. Sempat diperkirakan kandas di tangan Bucks pada Final Wilayah Timur, Raptors menang 4-2.

Statistik pemain kelahiran Los Angeles, Kalifornia ini juga mengerikan. Leonard mampu membukukan 31,2 poin per gim selama postseason. Tembakannya pun mematikan, di mana dirinya mencatat persentase field goal 50,7 persen. Sebagai catatan, tak mudah bagi seorang pemain mencapai angka tersebut.

Namun, Leonard berhasil melakukan itu dalam debutnya bersama Raptors. Salah satu rekannya di Raptors, Danny Green, memuji kontribusi pebasket bernomor punggung dua tersebut. “Dia (Leonard) sudah pernah di sini (final) sebelumnya. Jadi, tekanan seperti ini tentu hal yang biasa untuknya,” ujar Green.

Pincangnya komposisi Warriors juga bisa menguntungkan Raptors. Bayangkan, Kevin Durant, DeMarcus Cousins, dan Andre Iguodala, absen karena cedera. Mereka dipastikan tak berlaga pada gim pertama, Kamis (30/5) atau Jumat pagi WIB. Begitu pula untuk laga berikutnya, masih menunggu tim medis.

Namun, Warriors tetaplah Warriors. Meski secara tim tak memiliki persenjataan yang lengkap karena banyak pemain kunci yang absen, kekuatan mereka seolah tak berkurang. Itu mereka buktikan dalam semifinal dan final Wilayah Barat, lawan Houston Rockets (4-2) dan Portland Trail Blazers (4-0).

Penyebabnya tak lain keberadaan Splash Brother (Stephen Curry-Klay Thompson). Keduanya seolah jadi pembeda Warriors dengan tim-tim lain. Khusus untuk Curry, saat Durant absen, ia mampu menorehkan lebih dari 30 poin. Sedangkan rekannya adalah defender tangguh yang memiliki tembakan berbahaya.

Kendati demikian, ada satu yang perlu diperhatikan oleh Warriors. Untuk edisi ini, mereka tak lagi memegang home court advantage seperti empat final sebelumnya. Selain itu, Warriors juga kalah head to head dari dua pertemuan dengan Raptors dalam fase reguler. Namun, laga itu terjadi November dan Desember 2018.*KRISNA C. DHANESWARA

 

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news