news
ONE CHAMPIONSHIP
Pembuktian Diri Victorio Senduk Melalui Laga Mixed Martial Arts
27 May 2019 15:52 WIB
berita
Victorio “Indra” Senduk tergabung di ONE Championship ini sering menjadi bahan olok-olok seniornya.
JAKARTA - Victorio “Indra” Senduk lebih dikenal sebagai anak pendiam saat ia masih bersekolah. Kala itu, atlet asal Indonesia yang tergabung di ONE Championship ini sering menjadi bahan olok-olok seniornya.

“Saat itu [ketika masih kecil], saya lebih banyak diam dan condong defensif. Kemudian saya ingin merubah pandangan itu,” ujar atlet kelahiran Manado, 20 Juni 1981 tersebut.




Baca Juga :
- Anthony Engelen Ulas Cara Naik & Turunkan Berat Badan Jelang Berlaga
- Eko Roni Ungkap Kuncian yang Paling Dihindari




“Kemudian saya berpikir untuk mengubah pandangan teman-teman, apalagi ketika melihat mereka punya prestasi. Saya tidak bisa hanya diam dan ada perasaan untuk membuat orang bangga pada diri saya.”

Keinginannya membuktikan kapasitas diri dan merubah pandangan orang lain ini sukses menjadikannya salah satu atlet senior yang masih bertanding dalam arena mixed martial arts (MMA) di tanah air. “Indra” mengaku beruntung memiliki seorang kakak yang dapat ia jadikan panutan.


Baca Juga :
- Jelang One: Masters of Fate, Rekan Senegara Berikan Dukungan Pada Paul Lumihi
- Stefer Rahardian Nantikan Laga Sengit Joshua Pacio Melawan Rene Catalan


Adriani Mande, kakak kandung Victorio, adalah seorang atlet senior yang telah membawa bendera Indonesia dalam beberapa ajang internasional. Ia pun banyak mempengaruhi perjalanan karir atlet berusia 37 tahun ini.

“Bukannya saya gila hormat, tetapi saya juga ingin memiliki prestasi dan mengikuti jejak kakak saya,” ungkapnya.

“Saya bangga dan kagum melihat orang berprestasi, serta ingin merasakan hal yang sama ketika orang lain melihat saya.”

Keinginan kuat tersebut, serta inspirasi yang ia dapatkan dari sang kakak, membawa dirinya menjadi salah satu praktisi beladiri berpengalaman di Indonesia.

Terakhir, Victorio sukses mempersembahkan medali perak bagi Indonesia di ajang Southeast Asian Games (SEA Games) 2011 dalam cabang Wushu. Di ajang sebelumnya, dia berhasil menyumbangkan medali perunggu. Meski kini ia mendekati usia 40 tahun, “Indra” tak merasakan ada yang berbeda dari dirinya jika dibandingkan dengan awal karirnya saat memasuki dunia beladiri.

Rekor enam kemenangan dari delapan pertandingan MMA professional yang dicatatnya menjadikan “Indra” sebagai salah satu harapan Indonesia dalam ajang Internasional.

Kini, Victorio sedang bersiap untuk laga selanjutnya di Shanghai, Tiongkok. Ia akan menghadapi Phoe Thaw, atlet asal Myanmar yang sedang naik daun. Pertandingan ini adalah yang pertama bagi dirinya tahun ini, sejak ia tampil bulan September tahun lalu. Waktu lebih dari empat bulan untuk mempersiapkan diri, “Indra” percaya bahwa ia akan menikmati hasil yang memuaskan.

Kemenangan dalam ajang ini akan membuktikan kapasitas dirinya, terutama membalikkan keadaan setelah dua kekalahan beruntun dari rekan senegaranya Sunoto dan Sor Sey dari Kamboja.

“Saya ingin memperlihatkan bahwa usia bukan batasan. Bukan hanya penting bagi saya, tetapi juga penting untuk membangkitkan generasi muda sebagai generasi penerus,” ungkapnya.

Di usianya yang sekarang, ia berharap dapat memberikan warisan semangat bagi generasi muda yang terinspirasi untuk menempuh jalur MMA untuk memberikan prestasi bagi bangsa dan negara dalam skala internasional.

“Ini merangsang mereka [generasi muda] untuk berpikir bahwa yang senior saja bisa.  Semoga mereka terinspirasi sehingga olahrga ini bisa jaya untuk olahragawan,” tutupnya.*
**

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news