TOP FEATURE FOOTBALL
Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk
27 May 2019 04:15 WIB
berita
Johan Halls - TopSkor/Istimewa
JOHN Halls bukanlah pemain bintang. Namun, untuk kategori pemain yang melanjutkan kariernya setelah sepak bola, pria yang kini berusia 37 tahun tersebut merupakan sosok yang beruntun. Hanya sedikit pemain yang memiliki bakat alamiah sebagai model plus ditambah wajah yang menarik. Ini sebuah faktor alamiah yang kemudian membawa Halls ke dunia model.

Kini, Halls dapat dilihat di berbagai majalah atau media massa. Tentu bukan lagi Halls yang mengenakan kaus sepak bola atau aksi-aksinya di lapangan melainkan dengan pakaian bermerek terkenal, gaya yang menarik, macho, atau nuansa yang membuat kaum hawa tertarik ketika melihat dirinya. Halls bukan hanya selamat dari sisi finansial atau kehidupannya melainkan juga berada di dunia yang memang disukainya.




Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport




Halls pun mendapatkan kontrak dari salah satu produk pakaian terkenal, Armani. “Mereka (Armani) membuat saya sangat sibuk. Dua tahun ini menjadi masa yang mengagumkan, berpergian ke berbagai belahan dunia, berjalan di atas catwalk dengan mengenakan produk Armani,” kata Halls lagi. Namun, masa lalunya sebagai pemain sepak bola tidak pernah dia lupakan. Walaupun, kenangan itu lebih banyak dari sisi kegagalannya.

“Itu sudah sangat lama. Saya menjadi bagian dari tim yang memang sangat saya sukai, Arsenal. Sejak usia 11 tahun dan saya bertahan di sana sampai usia 21 tahun,” kata Halls. “Dari sana, saya pun bermain di Stoke City dan Reading. Tapi, saya tidak beruntung karena harus pensiun setelah mengalami cedera dalam usia 30 tahun,” katanya lagi.


Baca Juga :
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit
- Robert Fleck : Asisten Guru di Sekolah Khusus


Cedera tersebut membuatnya harus melupakan mimpinya menjadi pesepak bola sukses. Namun, dia tidak mau larut dalam kekecewaan. “Saya awalnya tidak terlalu berpikir untuk menjadi model. Momen pertama saya sebagai model justru bisa membuat saya tertawa karena saya menjadi model untuk sebuah mainan,” katanya, tertawa.

Halls pernah mencicipi laga di Liga Primer tepatnya saat bermain untuk Reading. Setelah itu, kariernya lebih banyak di divisi yang lebih rendah. Pria kelahiran London ini memulai kariernya di akademi sepak bola Arsenal pada 2000. Meski masuk ke tim senior (Liga Primer) namun Halls tidak mendapatkan kesempatan tampil di level tertinggi sepak bola Inggris tersebut.* Irfan Sudrajat


 

n
Penulis
nana sumarna