news
BULUTANGKIS
Indonesia Sudah Kompak, tapi Kualitas Harus Ditingkatkan Lagi
26 May 2019 13:28 WIB
berita
Kompak, dukungan dari pelatih dan sesama pemain ketika wakil Indonesia tampil di semifinal Sudirman Cup 2019 kontra Jepang pada 25 Mei lalu. (Foto: Dokumentasi PBSI)
NANNING - Susy Susanti memaparkan analisisnya akan penampilan para atlet di babak semifinal Piala Sudirman 2019. Ia menyorot penampilan para pemain tunggal yang inkonsisten. 

Anthony Sinisuka Ginting menampilkan permainan cukup baik saat melawan Kento Momota, sayangnya, ia masih banyak membuat kesalahan-kesalahan sendiri, terutama di poin kritis.




Baca Juga :
- Dikalahkan Wakil Hong Kong, Anthony Ginting Hanya Numpang Lewat di Fuzhou Open 2019
- Anthony Ginting Takjub dengan Ketenangan Chen Long




“Konsistensinya yang harus ditingkatkan lagi. Secara peringkat kan mereka sudah ada di sana, cuma konsistennya waktu main itu. Bisa main bagus, tahu-tahu nggak bisa stabil, baik Anthony maupun Jonatan (Christie),” kata Susy kepada Badmintonindonesia.org.

“Kami berharap supaya mereka lebih matang, konsisten, seperti Momota yang bisa jaga banget, nggak pernah kalah dari yang enggak-enggak. Seorang pemain bisa dilihat matangnya dari situ. Sama seperti (Viktor) Axelsen, Chen Long, mereka kalau pun kalah sama pemain yang selevel, paling enggak, lima besar dunia,” ujar Susy.


Baca Juga :
- Ginting Terhenti di Semifinal French Open 2019
- Andalan Pulang Lagi! Kali Ini Ginting yang Tersingkir dari Denmark Open 2019!


Susy juga akan menyayangkan penampilan Gregoria Mariska Tunjung yang tidak maksimal, sedangkan Susy menilai Gregoria punya modal teknik permainan yang baik. Gregoria dikalahkan Akane Yamaguchi dengan dua game langsung, 13-21, 13-21.

“Gregoria itu butuh kerja keras, butuh penangangan lebih. Dia pukulannya bagus, tapi nggak bisa tahan lama sampai akhir, safe nya juga. Tunggal putri memang ketinggalan banyak dibanding sektor lain,” jelas Susy.

“Di ganda putri, Greysia/Apriyani harus tingkatkan lagi power dan ketahanannya. Ganda putri Jepang itu kuat dan tahan, kita juga harus bisa mengimbangi mereka, kalau tidak, gimana mau mengalahkan mereka?” tambah Susy.

Susy mengapresiasi kekompakan para atlet yang terus memberikan support kepada teman-teman dalam tim, terutama mereka yang sedang bertanding. 

“Kalau dari segi kekompakan, semua betul-betul kompak dan support. Atlet-atlet yang di luar lapangan berikan dukungan ke temannya yang lagi main. Kualitas permainan yang harus ditingkatkan lagi,” pungkas Susy. 

Tim Indonesia mendapat medali perunggu pada Piala Sudirman 2019 bersama tim Thailand. Sedangkan Jepang dan Cina tengah memperebutkan Piala Sudirman di laga final yang saat ini tengah berlangsung di Guangxi Sports Center Gymnasium.***

loading...
news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news
news