news
UMUM
Arung Jeram Berharap Perhatian Kemenpora
24 May 2019 14:50 WIB
berita
Timnas arung jeram U23 tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (23/5) malam.
JAKARTA – Tim nasional (timnas) arung jeram U23 berhasil menjuarai IRF R6 World Rafting Cahmpionships (WRC) 2019 di Tully River, Cairns, Australia, 19 Mei lalu. Hasil ini membuktikan bahwa Indonesia yang sebelumnya tak diperhitungkan bisa mengharumkan nama bangsa di pentas dunia.

Melihat negara peserta lain yang lebih berpengalaman, Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (PB FAJI) awalnya hanya menargetkan satu emas. Namun, mental dan semangat juang yang tinggi membuat mereka mampu melampaui. Akhirnya, timnas meraih dua emas, satu perak, dan satu perunggu.

“Alhamdulillah, kami berhasil membuat prestasi. Waktu di Jepang, kami juga dapat emas tapi hanya di urutan ketiga (klasemen). Sekarang, kami benar-benar menjadi juara dunia, juara umum setelah melewati tantangan yang cukup banyak,” kata Ketua Umum FAJI Amalia Yunita, Kamis (23/5) malam.

Masalah yang dihadapi bukan hanya cuaca dingin dan hujan yang hampir setiap hari turun. Pelatih timnas U23 putri, Kang Aceng, mengalami asam lambung hingga  dilarikan ke IGD. Namun, itu tak membuat semangat para atlet menurun. Yuni pun berharap mereka mampu mempertahankan di ajang-ajang berikut.




Baca Juga :
- Antisipasi Polio, Kemenpora Suntikkan Vaksin ke Kontingen SEA Games 2019
- Antisipasi Virus Polio, Kontingen Indonesia Wajib Suntik Vaksinasi, Wartawan Juga Disuntik




“Postur tubuh lawan yang besar-besar juga menjadi masalah. Tapi, anak-anak mampu melawan. Kenapa? Karena mereka punya mental baja dan patuh sama pelatih. Kami bangga memiliki pelatih hebat. Tapi, kami tidak boleh berhenti sampai di sini dan  harus berlatih lebih keras lagi,” Yuni menambahkan.

Kadispora Sukabumi Iwan Kusdian mengaku bangga dengan pencapaian ini. Pasalnya, perjuangan untuk berlatih cukup berat karena jarak tempuh dari rumah ke Sungai Citarum mencapai 40 kilometer. Ia pun berharap Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora)  memberi perhatian lebih besar.

“Kami berterima kasih kepada atlet, pelatih, pengurus, dan sponsor. Prestasi ini bukan sesuatu yang mudah dicapai, melainkan dengan proses yang cukup panjang. Semoga Kemenpora dan KONI dapat memberikan bantuan. Kami sudah membuktikan dengan prestasi,” kata Iwan, kemarin.

Deputi III Kemenpora Raden Isnanta mengatakan, Menpora Imam Nahrawi akan berusaha agar arung jeram bisa masuk PON. Selain itu, ada hadiah yang akan diberikan kepada atlet saat perayaan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS), 9 September. “Agar seluruh Indonesia tahu prestasi kalian,” katanya.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news