news
LIGA ITALIA
Ketika Stadion Berubah Jadi Pasar Narkoba
23 May 2019 13:41 WIB
berita
Suasana semarak di tribune stadion San Paol.-Topskor.id/istimewa-
BEBERAPA tahun terakhir motif orang datang ke stadion di Italia kian beragam. Tidak lagi sekadar menikmati pertandingan sepak bola, tapi ada juga oknum yang memanfaatkan momen kedekatan tifosi dan tim untuk memakai obat-obatan terlarang. Ya, fungsi stadion mulai bergeser menjadi ‘pasar narkoba’.

Ketika ‘tangan-tangan’ bandar narkoba dan mafia sudah merasuk ke dalam organisasi suporter, maka akan sulit mengungkapnya. Komentar blak-blakan Presiden SSC Napoli Aurelio De Laurentiis dalam forum ‘Sepak Bola yang Kita Inginkan’ membuka mata tentang kebobrokan keamanan di stadion.




Baca Juga :
- Arsenal Bisa Kehilangan Gelandang Asal Uruguay Ini
- Pemain Napoli Pose Topless dengan Penari Akrobatik




“Ternyata ada pedangang narkoba di dalam stadion. Kita bicara tentang kurva sebagai dukungan yang sehat, mirisnya dukungan sehat itu  malah tidak bisa berpartisipasi. Ada suporter tidak boleh duduk di tempat semestinya, karena terdapat 300-400 orang yang melarang mereka,” ujarnya.

Pernyataan itu lantas ditindaklanjuti oleh harian Il Mattino. Dalam laporannya, mereka menyoroti betapa murahnya harga narkotika yang dijual di stadion, dibandingkan dengan tiket pertandingan. Untuk setiap paket kecil hasis, ganja atau kokain dijual di tribune seharga 25 euro (sekira Rp405 ribu). Sedangkan tiket termurah stadion San Paolo, di kelas Curva, adalah 30 euro.


Baca Juga :
- Ancelotti Berterima Kasih meski Diberhentikan Napoli di Tengah Jalan
- Allan Dimusuhi De Laurentiis, Dibela Gattuso


Beberapa waktu lalu, ada seorang suporter garis keras Frosinone Calcio diseret ke meja hijau setelah kedapatan membawa 9 gram kokain dan 12 gram hasis ke stadion. Dia pun mengaku terpaksa menggunakan narkoba untuk meningkatkan semangat dan kemampuan menyanyikan lagu-lagu dukungan untuk tim. Di samping itu, pria 34 tahun itu mengungkapkan takut diketahui orang tua dan kerabat lainnya jika memakai barang terlarang itu di rumah.  

Situasi seperti itu menimbulkan pertanyaan, bagaimana bisa para penjual menyelundupkan narkoba ke dalam stadion. Padahal di setiap pintu masuk terdapat petugas keamanan yang melakukan pemeriksaan. Tak pelak timbul kecurigaan bahwa ada oknum polisi atau steward yang terlibat.

Hingga beberapa tahun lalu, lingkaran itu dikendalikan oleh Gennaro De Tommaso. Ketua ultra Curva A Napoli itu diketahui mengedarkan narkoba sehingga dihukum penjara 18 tahun. Ini adalah hukuman tambahan setelah sebelumnya dibui karena memimpin sekira 100 tifosi dalam bentrok antar supporter sebelum final Piala Italia 2014, yang menyebabkan tewasnya Ciro Esposito.

Namun, sejak Maret silam, pria dengan nama alias Genny a Carogna itu menjadi seorang justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerjasama. Diharapkan setelah mendapat petunjuk dari De Tommaso, pemberantasan peredaran narkoba di stadion kian masif.* DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news