BASKET
Lebih Bugar, Lowry Jadi Bintang Baru Raptors
23 May 2019 13:27 WIB
berita
Kyle Lowry (IST)
TORONTO – Meski masih menjalani menit bermain maksimal, Kawhi Leonard mengalami kelelahan saat berjuang bersama Toronto Raptors meladeni Milwaukee Bucks. Namun, di tengah kondisi itu, Raptors masih sanggup mengalahkan Bucks, 120-102, sekaligus menyamakan kedudukan, 2-2.

Bertindak sebagai tuan rumah pada gim keempat, Selasa (21/5) atau Rabu pagi WIB, Raptors tampil perkasa di Scotiabank Arena, Toronto, Kanada. Kyle Lowry pun mampu membuktikan diri sebagai tumpuan tim dengan menyumbangkan 25 poin, lima rebound, dan enam assist.




Baca Juga :
- Cina Boikot NBA, Lakers Petik Hikmah
- James Harden Minta Maaf kepada Cina setelah Postingan Kontroversial Daryl Morey




Fakta ini membuktikan jika Raptors layak di level ini sebab mereka memiliki materi pemain merata. Tim asuhan Nick Nurse itu tak melulu mengandalkan Kawhi Leonard. “Kami tahu, ia tak akan bisa bermain maksimal. Oleh karena itu, kami bertekad tampil agresif untuknya,” kata Lowry.

Sekadar informasi, fisik Leonard terkuras karena harus bermain 52 menit pada pertandingan ketiga final Wilayah Timur. Bayangkan, Raptors harus melalui dua kali babak overtime (OT) untuk menang 118-112, yang sekaligus memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 atas Bucks.


Baca Juga :
- Hargai Rekan Setim, Antetokounmpo Tak Mau Bahas Kontrak
- San Antonio Spurs Akan Pensiunkan Nomor Punggung Tony Parker


Pada laga ini, Lowry lebih bugar karena pada laga ketiga, pemain yang lima kali tampil di NBA All-Star Game itu diganjar foul-out pada kuarter keempat. Dengan kata lain, ia bisa istirahat lebih cepat dibanding Leonard. Hasilnya, jika Lowry bisa memberi kontribusi, sekaligus pembeda.

Meski capek, Leonard mengaku tak ada masalah dengan kondisi tubuhnya. Pebasket 27 tahun itu masih memiliki tenaga untuk mengantarkan Raptors merebut gim keempat dengan menyumbangkan 19 angka. Raptors pun berhasil membuat kedudukan kembali sama kuat menjadi 2-2.

Usai laga, Leonard mengapresiasi semua rekan setim karena mampu membawa tim meraih kemenangan penting. “Saya merasa sangat baik dan yang terpenting, kami siap melakukan apa pun untuk membawa Raptors mencetak sejarah di NBA,” ujar eks pemain San Antonio Spurs itu.

Sejak berdiri, 1995, Raptors memang belum pernah mencicipi final. Prestasi terbaiknya adalah dua kali mencapai Final Wilayah Timur. Sebelum ini, mereka melakukannya pada 2015/16 atau saat dilatih Dwane Casey. Sayang, ketika itu, tim ini kalah telak 0-4 dari Cleveland Cavaliers.

“Sebenarnya, saya ingin memberikan istirahat lebih kepadanya (Leonard) karena perannya di tim sangat penting. Namun, dia tidak mau dan bersikukuh baik-baik saja. Dia tetap memilih untuk bermain bersama rekan-rekannya dengan menit bermain maksimal,” Nurse menuturkan.

Berpotensi Panjang

Skor 2-2 antara Bucks dan Raptors menjadi bukti kalau final Wilayah Timur berpotensi diselesaikan hingga gim ketujuh. Jika keduanya mampu mempertahankan dua laga kandang pada gim kelima dan keenam, fase pamungkas harus dijalani.

Bila terbukti, tentu cukup merugikan karena dari Wilayah Barat, Golden State Warriors sudah memastikan tiket final. Tanpa kesulitan, Stephen Curry dan kawan-kawan menundukkan Portland Trail Blazers dengan skor 4-0.

Padahal, Warriors tak diperkuat Kevin Durant dan DeMarcus Cousins. Selain itu, Andre Iguodala juga mengalami cedera pada gim ketiga. Namun, tim ini mampu menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu legenda dalam kompetisi basket terbesar, NBA.

“Waktu di dua gim awal, mereka (Bucks) memberikan tekanan besar kepada kami. Sangat aktif dan mengandalkan fisik. Tapi, saat berlaga di kandang (Scotiabank), kami coba untuk menekan mereka,” ucap pemain Raptors, Norman Powell.*KRISNA C. DHANESWARA

 

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati