INFOGRAFIS
INFOGRAFIS: Kepercayaan Diri Red Bull Bisa Dekati Mercedes
23 Mei 2019 14:22 WIB
berita
Pierre Gasly
MILTON KEYNES – Pembalap Red Bull Racing Pierre Gasly menyebut timnya punya target mengalahkan Mercedes AMG Petronas. Menggandeng Honda sebagai pemasok mesin, tim asal Inggris itu terus meningkatkan kinerja. Meski sempat diragukan, Honda menunjukkan progres baik, awal musim ini.

Red Bull bersama Honda sudah membuktikan kemampuan dengan mengalahkan Scuderia Ferrari Mission Winnow. Mobil mereka, RB15, unggul dari Ferrari SF90, di beberapa area. Meski masih ada masalah yang perlu diperbaiki, Gasly yakin RB15 bisa mengalahkan mobil milik Mercedes, W10.


Baca Juga :
- Nyaman! Verstappen Pilih Setia dengan Red Bull
- Persaingan Ketat, Bottas Sebut Finis Keempat di GP Kanada Jadi Alarm Bahaya




“Perbedaan saat ini tak terlalu jauh. Ferrari jelas lebih kuat di trek lurus tapi target kami adalah Mercedes, yang memiliki kekuatan di antara sektor trek lurus dan tikungan. Kami membuat langkah cukup besar, saya bisa katakan itu terjadi di tiap area mobil,” kata Gasly seperti dilansir Motorsport.com.

Pria asal Prancis itu memiliki pengalaman lebih bersama Honda karena sudah merasakan kinerja mesin asal Jepang itu saat di Toro Rosso. Menurutnya, peningkatan Honda bersama Red Bull, mengesankan. Pasalnya, Honda selalu memberikan yang terbaik demi membantu peningkatan performa tim.


Baca Juga :
- Hamilton: Saya Tidak Ingin Juara dengan Cara Seperti Ini
- VIDEO: Vettel Tak Terima Hasil Balapan, Tukar Papan Peringkat Dirinya dan Hamilton


“Kinerja mesin lebih baik dari tahun lalu. Ketahanan mesin juga baik, jadi segalanya berjalan sesuai target, awal musim ini. Pastinya ada langkah yang perlu kami tingkatkan dibanding memikirkan mengalahkan Ferrari di trek lurus. Kami harus tetap bekerja dan maksimalkan mesin,” ujar Gasly.

Prinsipal Red Bull Christian Horner mengatakan timnya terus mengembangkan sasis RB15 agar makin cocok dengan karakter mesin Honda. Kru akan melakukan perubahan besar dari basis mobil, mengingat regulasi baru soal perangkat aerodinamika menuntut Red Bull memastikan segalanya tepat.

“Ini semua tentang evolusi. Saya merasa Honda membuat progres bagus, ketahanan dibanding tahun lalu cukup fantastis dan kinerjanya juga cukup kuat. Tapi, yang lain juga tak berdiam diri. Ferrari menggunakan mesin baru, begitu juga Renault. Kami senang semua progres ini,” kata Horner.

Masalah yang dihadapi sebagian besar pembalap Formula 1 (F1) 2019 adalah ban yang cepat habis. “Saya pikir kami belum optimal dalam memaksimalkan peraturan baru ini dan juga ban. Tapi, di Spanyol kami membuat langkah maju dan semoga ada lebih banyak hal baik yang datang,” ujar Horner.

Konstruksi ban Pierelli 2019 tidak terlalu cocok dengan konsep dasar RB15. Horner pun  mengatakan timnya sedang berusaha membuat perangkat mobil bisa bekerja dengan baik. Ia pun menegaskan bahwa itu merupakan cara agar mereka bisa bersaing untuk memperebutkan kemenangan.

“Konsep aerodinamika yang kami kembangkan sepanjang tahun lalu, sensitif di bagian sayap depan. Jadi kami harus meyeimbangkan dan fokus kembali. Tapi, melihat kinerja saat pramusim dan sekarang, cukup menggembirakan. Sekarang kami harus memperkecil jarak dengan Mercedes,” kata Horner.

Untuk lomba berikutnya di Sirkuit Monte Karlo, Monako, 26 Mei mendatang, Horner merasa Mercedes akan kembali dominan. “Jika melihat performa Mercedes di lomba sebelumnya, Anda pasti yakin mereka cepat di Monako. Jadi, saya pikir, mereka akan difavoritkan,” kata Horner.*MUHAMAD FADLI RAMADAN

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news