LIGA 1
Jafri Sastrak Siapkan Antiserangan Balik Persija, Escobar Siap Menggelegar
23 Mei 2019 10:27 WIB
berita
Silvio Escobar siap meledak saat jumpa Persija - TopSkor/Sri Nugroho
MAGELANG – PSIS akan menjalani laga pekan keduanya dalam Liga 1 2019 pada Minggu (26/5) mendatang. Bermain di kandang, di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, PSIS akan menjamu salah satu tim favorit juara, Persija. Namun, kematangan dan nama besar Persija tak membuat PSIS silau.

Pelatih PSIS Jafri Sastrak mengakui, Persija merupakan tim besar penuh pengalaman dan dihuni banyak pemain bagus. “Mereka adalah tim juara Liga 1 2018. Namun ini tidak akan membuat kami kecil hati. Ini justru dijadikan sebagai motivasi tim. Sepak bola ini adalah misteri,” kata Jafri kepada TopSkor, Rabu (22/5).


Baca Juga :
- Tak Pernah Menang di Surajaya, Pelatih Persija Cuek
- Bertolak ke Bogor, Persipura Jayapura Minus Empat Pilar




Dia mencontohkan, hasil akhir PSIS melawan Kalteng Putra pada laga pertama, Kamis (16/5) lalu, bisa jadi cerminan. Walau lebih diunggulkan dan diatas kertas punya potensi mengandaskan Kalteng Putra, PSIS malah takluk. Status kandang yang biasa berbuah positf bahkan tak berdampak.

Diakui mantan pelatih Mitra Kukar itu, ia menyoroti kiprah lini depan Persija yang memiliki kecepatan dan determinasi tinggi. “Sebelum menghadapi Persija, kami sudah belajar banyak dari Kalteng Putra yang punya kecepatan juga di lini depannya. Kami akan banyak melakukan pembenahan,” ucap Jafri.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS, Persija Hadapi Situasi Rumit
- Bambang Pamungkas Ungkap Masalah Mendasar di Sepak Bola Indonesia


Pembenahan yang dimaksudnya adalah aspek bertahan, antisipasi counter attack, dan solusi bola-bola mati. Berkaca daru laga melawan Kalteng, serangan balik jadi titik lemah. Sedangkan Persija, terbukti punya serangan balik ampuh saat menghadapi Barito Putera, yang berakhir imbang 1-1.

Pelatih asal Padang ini menegaskan, kesalahan antisipasi serangan balik tidak boleh terjadi kembali. Menghadapi deretan penyerang Persija, seperti Riko Simanjutak, Novri Setiawan hingga Marko Simic, kesalahan kecil bisa berakibat fatal. Belum lagi  ada Bruno Matos yang selalu bergerak sporadis.

Terkait laga tersebut, ada satu pesan Jafri kepada Septian David Maulana dan kawan-kawan. “Yang terpenting pemain tidak boleh memikirkan hasil akhir. Wajib bagi semuanya untuk fokus penuh dalam laga. Tidak ada yang tidak mungkin. Terpenting adalah hadapi dengan hati,” ia menegaskan.

Berkaca dari sejarah, PSIS memang punya kenangan buruk saat menjamu Persija. Musim lalu contohnya, PSIS dibantai 1-4 oleh Macan Kemayoran. Namun saat itu laga digelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, bukan di Stadion Moch Soebroto, Magelang, yang lebih dekat dari Semarang. 

Sementara itu, Silvio Escobar siap menjadi pembeda dalam laga ini. Sebagai pemain yang didepak (dipinjamkan ke PSIS) karena dianggap tak berkualitas, Escobar ingin membuktikan bahwa keputusan Ivan Kolev, pelatih Persija, salah. Inilah kesempatannya mencuri perhatian hati Laskar Mahesa Jenar.

“Alhamdulillah saya siap untuk laga lawan Persija. Tidak ada yang istimewa. Sebagai pemain profesional, saya lakukan apapun yang terbaik untuk tim yang saya bela saat ini. Persija klub sebelumnya, sekarang saya adalah PSIS seutuhnya,” kata pemain yang memilih menggunakan nomor punggung 21 itu.* Sri Nugroho

news
Penulis
Abdul Susila
Pejalan kaki untuk gunung-gunung tropis Indonesia. Mencintai sastra, fanatis timnas Garuda, dan sedang aktif di sepak bola usia dini. Anak pertama dari tiga bersaudara.
news