LIGA ITALIA
Lautaro Lebih Diperhitungkan daripada Icardi
23 May 2019 12:35 WIB
berita
Lautaro Martinez dan Mauro Icardi saling memberi semangat.-Topskor.id/istimewa
MILAN – Melambatnya laju FC Internazionale beberapa bulan terakhir dipengaruhi oleh beragam faktor, tapi yang paling disoroti adalah kinerja lini serang. Mestinya Mauro Icardi dan Lautaro Martinez dapat memermanenkan tim di posisi ketiga Seri A, tapi situasi tidak berkembang sesuai harapan lantaran keran gol mereka seret.

Pelatih Luciano Spalletti tak bisa lagi menutupi kekecewaannya. Selepas pertandingan lawan SSC Napoli, dia mengungkapkan preferensinya. "Saya lebih memilih Lautaro karena mampu menghadapi para gelandang lawan dengan gocekan. Kami sebelumnya mengharapkan Napoli lebih banyak melakukan pressing, jadi penyerang utama kami harus memainkan lebih banyak bola,” dia menuturkan.


Baca Juga :
- Lukaku Mulai Frustrasi
- Milan Belajar dari Slavia




Sepertinya perubahan posisi dalam hierarki sektor depan tidak bisa dihindari. Lautaro lebih diperhitungkan ketimbang seniornya. Demikian pula di mata, pelatih tim nasional Argentina Lionel Scaloni. Performa keduanya sama-sama kurang memuaskan, tapi eks striker Racing Club lebih beruntung lantaran dipanggil ke timnas untuk Piala Amerika 2019.

Lautaro akan bergabung dengan Lionel Messi, Sergio Aguero, Paulo Dybala dan Matias Suarez. Mengenai tidak adanya nama Icardi, dengan enteng Scaloni menanggapi, “Sulit menyenangkan banyak orang, tapi keputusan final selalu memikirkan yang terbaik untuk tim. Ada pemain yang dipanggil ke timnas, tidak ada pantangan untuk pemain lainnya.”


Baca Juga :
- Sardegna Arena Sangat Angker
- Ketika Boban Sentil Giampaolo


Undangan dari Scaloni tersebut merupakan apresiasi untuk Lautaro yang konsisten menampilkan karakter, meski baru mencetak enam gol di Seri A. Dalam 19 pekan awal, attaccante 21 tahun itu hanya tampil 443 menit, sedangkan 18 pertandingan berikutnya melesat dua kali lipat: 874 menit.   

Dia menjadi lakon utama selama Icardi bersitegang dengan I Nerazzurri. Namun, prestasi Lautaro terhenti karena cedera otot setelah membela tim Tango. Sejak saat itu, Spalletti memainkan dua penyerangnya secara bergantian. Sayangnya, gol-gol untuk Liga Champions tidak pernah tiba.

Bagi Icardi, ini adalah musim yang menyedihkan. Produksi golnya tinggal 38 persen dibandingkan setahun silam (29 gol). Ban kapten pun direnggut paksa yang menyebabkan penurunan motivasi suami Wanda Nara itu. Sekarang dia tidak lagi haus gol.

Icardi di Seri A mencetak gol dalam 8 pertandingan tapi paceklik dalam 20 laga: di paruh musim pertama mencetak 9 gol, dengan rata-rata satu gol setiap 145 menit. Sedangkan di paruh musim kedua hanya 2 gol dan semuanya dari penalti dengan rata-rata satu gol setiap 444 menit. Sepertinya, Minggu (26/5) nanti, dia akan jadi tumpuan lawan Empoli Calcio dan tifosi menunggu jawaban darinya.

Hadiah Liga Champions

Seandainya Inter mendapat kualifikasi Liga Champions musim depan, maka CEO Giuseppe Marotta dan Direktur Piero Ausilio ingin menyiapkan hadiah. Saat ini mereka mengupayakan untuk memboyong Federico Chiesa ke Appiano Gentile. Mereka sudah menggali informasi dari ayah winger ACF Fiorentina, Enrico, itu.

Marotta siap berebut tanda tangan pemain muda itu dengan Juventus. Harga 70 juta euro (sekira Rp1,1 triliun) bisa disiasati dengan menyertakan Roberto Gagliardini. Chiesa sangat berbakat dan berfungsi baik sebagai sayap dalam formasi yang terdiri dari lima pemain di tengah atau tiga elemen di depan.* DARI BERBAGAI SUMBER

X
Penulis
Xaveria Yunita
news