news
BULUTANGKIS
Kalah pada Laga Pertama, Hafiz/Gloria Akui Ada Tekanan
22 May 2019 20:28 WIB
berita
Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja harus mengakui keunggulan Mathias Christiansen/Sara Thygesen pada laga pertama Indonesia versus Denmark yang berujung tertinggal 0-1. (Foto: Dokumentasi PBSI)
NANNING - Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja harus mengakui keunggulan ganda campuran Denmark Mathias Christiansen/Sara Thygesen, skor 17-21, 11-21.

Christiansen/Thygesen yang merupakan pasangan baru, memberikan perlawanan sengit kepada Hafiz/Gloria sejak awal permainan. Sempat unggul 11-7 di game pertama, Hafiz/Gloria terus tertinggal dalam perolehan angka di akhir permainan. 




Baca Juga :
- Hafiz/Gloria Tersingkir dari Fuzhou Open 2019 Secara Prematur
- Melangkah ke Babak Kedua Macau Open, Hafiz/Gloria Akui Belum Tampil Maksimal




Pada game kedua, Christiansen/Thygesen semakin percaya diri. Mereka tak memberi kesempatan pada pasangan Indonesia untuk mengembangkan permainan. Hafiz/Gloria yang tertinggal jauh 8-15, semakin sulit untuk mengejar, dan akhirnya harus menyerah dua game langsung dari Christiansen/Thygesen. 

"Saya kurang puas dengan penampilan saya, biasanya saya dapat poin dari servis saya. Namun, kali ini servis saya tidak seperti biasanya. Bola-bolanya ke Hafiz jadi tanggung dan menyusahkan, dan saya juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Lawan juga lebih siap menunggu bola-bola dari kami," ujar Gloria usai pertandingan seperti dikutip dari rilis PBSI. 


Baca Juga :
- Sempat Terkejar di Set Pertama, Hafiz/Gloria Melangkah ke Babak Kedua Macau Open 2019
- Ingin Balas Dendam Jadi Kunci Kemenangan HaGlo Atas Pasangan Denmark Ini


"Menurut saya, Gloria belum menemukan sentuhan. Sayang sekali, kalau dia bisa menemukan sentuhannya game pertama, dari servis mungkin kami bisa ambil poin. Hanya, karena dari servis masih kurang touch nya jadi rada tanggung," kata Hafiz. 

Hafiz juga mengatakan bahwa pada game pertama dan kedua tak banyak perbedaan. Lawan telah mengantisipasi permainan mereka. 

"Game pertama dan kedua tidak jauh beda, lawan yakin karena bolanya agak berat di sini. Lawan sering angkat bola ke belakang, saya sudah smash kencang tapi pengembaliannya hanya setengah saja," Hafiz, memberi analisis.

"Sebenarnya dari tadi nggak mikir kami kalah atau apa. Namun, mikir senangkan diri saya saja dengan mendengar dukungan dari penonton, membuat saya lebih semangat. Pressure itu ada, tapi nggak terlalu dipikirkan karena saya malah mau maksimal, mau sumbang poin. Namun, keadaannya berbalik di lapangan," ujarnya.***

loading...
news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news
news