LIGA EUROPA
Konflik Membuat Mkhitaryan Absen di Final Liga Europa
22 Mei 2019 11:30 WIB
berita
Henrikh Mkhitaryan, tidak akan tampil dalam final Liga Europa yang akan digelar di Baku, 29 Mei nanti karena konflik antara Armenia dengan Azerbaijan yang masih memanas.
LONDON – Tidak akan ada final Liga Europa bagi Henrikh Mkhitaryan. Gelandang Arsenal ini harus melupakan tampil dalam laga penting mengahdapi Chelsea pada 26 Mei nanti di Stadion Olympic, Baku, Azerbaijan. The Gunners sudah memutuskan bahwa mereka tidak akan membawa bintang asal Armenia ini karena mereka tidak dapat menjamin keselamatan pemain 30 tahun tersebut di Baku.

Michi—panggilan Mkhitaryan—merupakan bagian penting Arsenal dalam dua musim terakhir ini. Untuk musim ini, Mkhitaryan total telah meorehkan enam gol untuk The Gunners. Gelar Liga Europa menjadi sangat penting bagi pasukan Unai Emery sebagai jalan bagi mereka tampil dalam ajang Liga Champions 2019/20. Musim ini, Arsenal memang gagal menempati empat besar klasemen akhir Liga Primer, mereka hanya mendapatkan tiket Liga Europa.


Baca Juga :
- Pemain Portugal Ini Jadi Rebutan Enam Klub Elite Inggris
- Eks Bintang Arsenal Sempat Ingin Pensiun demi Keluarga




Meski demikian, Arsenal masih bisa meraih tiket tersebut dengan meraih gelar Liga Europa. Karena itulah, Emery membutuhkan semua pemain terbaiknya untuk duel ini. Meski demikian, khusus Mkhitaryan, pelatih asal Spanyol dan manajemen klub tampaknya tidak mau mengambil risiko. Isu bahwa Mkhitaryan tidak dapat tampil dalam laga ini memang sudah menggelinding sejak The Gunners memastikan tempat di final. Meski demikian, baru kemarin akhirnya klub asal London tersebut mengambil sikap.

“Kami sangat kecewa mengabarkan keputusan bahwa Mkhitaryan tidak akan bersama tim untuk final lawan Chelsea. Kami mencoba berbagai kemungkinan agar Micki menjadi bagian dari skuat tapi setelah berdiskusi dengan Micki dan keluarganya, kami semua sepakat bahwa dia tidak akan ikut bersama kami ke Baku,” demikian pernyataan resmi dari Arsenal melalui situs resmi mereka.


Baca Juga :
- Raksasa Bulgaria Ini Rekrut Pemain Plymouth Argyle untuk Persiapan Liga Europa
- Tetarik Pemain PSG, Bos Arsenal Bersentuhan dengan Target Man Utd


Dalam pengumuman tersebut, Arsenal pun menyatakan bahwa mereka telah menyampaikan surat kepada UEFA terkait persoalan ini dan menyesal bahwa kondisi ini harus terjadi dalam sepak bola. Bermain dalam final seperti ajang Liga Europa merupakan pencapaian spesial bagi setiap pemain, namun itu tidak dapat diwujudkan Mkhitaryan. “Micki adalah pemain kunci yang membuat kami berhasil ke final karena itu tanpa kehadiran dirinya ini merupakan kehilangan besar.”

Ya, Micki tidak dapat ke Baku. Isu konflik antara Armenia dan Azerbaijan membuat mantan pemain Manchester United (MU) ini harus tetap berada di London. Kabar Arsenal ini pun langsung mendapat respons dari pemerintahan Azerbaijan. Kemarin, juru bicara kementerian luar negeri Azerbaijan, Leyla Abdullayeva, menegaskan bahwa mereka tidak melarang Mkhitaryan tampil dalam final Liga Europa.

“Terlepas dari hubungan yang sulit antara Azerbaijan dan Armenia, Mkhitaryan dapat bermain di final Liga Europa di Baku,” kata Leyla Badullayeva, kemarin. Menurutnya, selama ini pun Azerbaijan tidak pernah melarang olahragawan atau atlet Armenia untuk datang ke Azerbaijan.

“Beberapa atlet Armenia sudah mengambil bagian dalam ajang olahraga yang digelar di Azerbaijan dan mereka disambut dengan baik,” katanya lagi. “Jadi, jangan mencampuradukkan olahraga dan politik,” dia menegaskan. Azerbaijan sudah menyatakan mereka akan menjamin keamanan Mkhitaryan di Baku, tapi Arsenal sudah memiliki sikap untuk tidak membawa bintang mereka ini.

Atlet Armenia Lainnya

Karena konflik Azerbaijan dengan Armenia terkait wilayah Nagorno-Karabakh, menjadi menyulitkan bagi masyarakat kedua negeri ini untuk saling memasuki daerah. Dan, hingga saat ini, situasi tersebut masih sangat menyulitkan. Memang, sejumlah atlet Armenia pernah datang ke Baku, khususnya dalam kejuaraan Eropa. Petinju asal Armenia contohnya, mendapatkan medali emas dari Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev. Lalu, pecatur asal Armenia, Levon Grigori Aronian, pernah menampilkan foto dirinya dengan latar belakang Maiden Tower, sebuah kastil terkenal di Baku.

Meski demikian, tentu, sepak bola bukanlah tinju atau pertarungan seperti di papan catur. Sepak bola memiliki magnet yang sangat besar dengan antusiasme yang besar pula. Apalagi, para nasionalis di Azerbaijan sudah melayangkan isu protes di media sosial agar pemerintah mereka tidak mengizinkan Mkhitaryan memasuki Baku. Sikap tersebut pun menjadi perhatian pers di Armenia dan pendukung Arsenal.

Faktanya, Baku seolah sudah menjadi kota yang forbidden (terlarang) bagi Mkhitaryan. Dalam kariernya sebagai pemain, Mkhitaryan memiliki dua kesempatan untuk tampil di Baku, yaitu saat masih bermain dengan Borussia Dortmund dan juga Arsenal. Namun, pada momen tersebut, masing-masing pelatih ketika itu juga tidak mau mengambil risiko dan memutuskan untuk tidak membawa Michi ke Baku.

Sejarah Konflik Armenia-Azerbaijan

Armenia dan Azerbaijan negara yang sudah berperang pada 1918 dan berlanjut hingga 1920-1922. Sedangkan Konflik Nagoromo Karabakh merupakan bagian dari perseteruan kedua negara tersebut, dimulai pada akhir 1980 hingga Mei 1994. Perang itu bermula ketika wialayah Nagoromo-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang berisi mayoritas etnis Armenia, ingin merdeka.

Ketika Uni Soviet pecah, Nagarono-Karabakh juga ingin merdeka tapi ditentang oleh Azerbaijan sehingga menimbulkan banyak korban. Hingga saat ini, situasinya masih memanas. Peran ini sampai ke Baku, ketika pada 20 Januari Uni Soviet melakukan pembantaian pada Januari yang kemudian dikenal dengan Black Januari (1990) yang menewaskan di antaranya 170 warga sipil. Hari iitu kemudian dikenal dengan kelahiran Republik Azerbaijan.

 

 

I
Penulis
Irfan Sudrajat
news