LIGA ITALIA
Milan Siap Tak Berkompetisi di Eropa
22 Mei 2019 12:19 WIB
berita
Krzystof Piatek sedang mengasah kemampuan.-TopSkor.id/acmilan.com-
MILAN – Minggu (25/5) atau Senin dini hari WIB nanti, selepas pertandingan lawan SPAL, AC Milan akan tahu apa yang mesti dilakukan ke depannya. Lolos tidaknya tim ke Liga Champions menjadi dasar untuk melakukan perombakan.

Kalau mereka berhasil menyegel satu tempat di turnamen prestisius Eropa itu, maka otomatis mendapat bonus 50 juta euro (sekira Rp808 miliar) di tangan. Mereka siap mempertahankan haknya di pengadilan lawan UEFA seandainya dilarang bertarung di level regional karena tak memenuhi syarat Financial Fair Play periode 2015/18.


Baca Juga :
- Inter Tidak Menyerah Memburu Barella
- Totti Menjauhi Roma




Sebaliknya, jika skuat asuhan Gennaro Gattuso hanya finis di peringkat kelima atau enam, mereka akan pasrah tidak tampil di Liga Europa. Sebab bonus awal yang diberikan hanya 20 juta euro.

Namun, apapun keputusan UEFA, tak akan menghalangi CEO Ivan Gazidis dan pemilik klub Elliott Management untuk berbenah.  Mereka kini sedang memilah dengan siapa akan memulai musim baru. Kemungkinan akan sulit melihat Leonardo, Paolo Maldini dan Gattuso bekerja sama lagi.


Baca Juga :
- Juve Jajaki Barter Higuain-Manolas
- Insigne Kembali Mencuri Atensi PSG


Konon direktur teknik asal Brasil siap melepas kontraknya. Dia tak tahan lagi menghadapi situasi tegang dan penuh ketidakpastian. Keadaan I Rossoneri di luar bayangannya. Dulu dia berangan-angan mendatangkan komponen berkualitas dengan harga pantas, demi mengembalikan masa keemasan tim. Tapi keinginannya itu terhambat FFP dan juga proyek mercato berbiaya rendah yang dicanangkan Elliott.

Saat sedang kalut, eks gelandang itu mendengar ketertarikan Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) untuk mempekerjakannya sebagai koordinator seleksi pemain tim nasional, khususnya untuk Piala Amerika, menggantikan Eduardo Gaspar.

Milan mungkin membiarkannya pergi karena kurang puas dengan operasi mercato yang dilakukan Leonardo. Padahal dia sudah mendatangkan Krzysztof Piatek dan Lucas Paqueta yang kini jadi tulang punggung tim. Karena ke depannya, mereka ingin melanjutkan program peremajaan tim, maka dibutuhkan direktur olahraga yang bisa menjadi pencari bakat. Luis Campos (Lille OSC) dan Igli Tare (SS Lazio) disebut sebagai calon penggantinya.

Dibandingkan Leonardo, posisi Gattuso lebih solid. Pelatih yang diwariskan oleh konsorsium Cina tersebut dianggap masih bisa diajak bekerja sama. Dia adalah allenatore terbaik Milan setelah era Massimiliano Allegri.

Dia memborong 109 poin dalam 61 laga Seri A, dengan rata-rata 1,766 poin. Sedangkan Allegri membukukan rata-rata 1,924 poin, Clarence Seedorf (1,842), Vincenzo Montella (1,596), Sinisa Mihajlovic (1,531), Filippo Inzaghi (1,368) dan Cristian Brocchi (1,333). Rino juga memelihara impian tim mencapai Liga Champions hingga pekan terakhir, yang tidak pernah terjadi sejak musim 2012/13. Apabila mempertimbangkan prestasi itu, mungkin akan tak akan ada kabar pemecatan.

Romagnoli Yakin

Kapten Milan Alessio Romagnoli tetap yakin timnya bisa melangkah ke Liga Champions mendatang. Mereka akan berjuang mati-matian meski ada faktor hasil tim lain yang berpengaruh.

“Kami selalu percaya bisa sampai ke Liga Champions. Oleh karena itu, kami harus membidik kemenangan pada Minggu nanti, setelah itu kita tinggal menunggu hasil rival kami,” katanya. “Kalau target lepas, itu bukan sebuah kegagalan. Setahun tanpa Liga Champions, artinya setahun dengan target kembali ke kompetisi itu.”

Romagnoli tetap setia walaupun Il Diavolo tak ke Eropa. “Saya punya banyak alasan untuk tinggal di Milan, selain sebagai seorang kapten,” ujarnya.*** DARI BERBAGAI SUMBER

X
Penulis
Xaveria Yunita
news