FORMULA 1
Perubahan Besar di Balapan F1 2021, Anggaran Dibatasi, Kompetisi Makin Menarik
20 Mei 2019 13:20 WIB
berita
Lewis Hamilton tak puas dengan jalannya persaingan musim ini.
COLORADO – CEO Liberty Media Greg Maffei ingin regulasi pembatasan anggaran Formula 1 (F1) segera diberlakukan. Perbedaan bujet antara tim besar dan menengah tak hanya mencapai ratusan dolar Amerika Serikat (AS), melainkan jutaan. Menurutnya, jika aturan sudah diberlakukan, kejuaraan akan lebih imbang.

Tim-tim seperti Mercedes AMG Petronas, Scuderia Ferrari Mission Winnow, dan Red Bull Racing, masih jadi yang paling royal dalam urusan anggaran. Bahkan, Mercedes menghabiskan rata-rata 400 juta dolar AS (sekitar Rp 5,8 triliun) per tahun untuk pengembangan mobil.


Baca Juga :
- Tim Papan Tengah Tak Punya Peluang, Sainz Jr Ingin F1 Tiru MotoGP
- Persaingan Ketat, Bottas Sebut Finis Keempat di GP Kanada Jadi Alarm Bahaya




Dana tersebut belum termasuk mengembangkan mesin. Maffei mengatakan, bahasan soal regulasi pembatasan anggaran sudah mengalami kemajuan karena sebelumnya ada beberapa tim yang tak setuju dengan pembatasan anggaran karena menganggap itu akan menurunkan level F1.

Dalam beberapa bulan ke depan, aturan mengenai anggaran akan selesai. “Tentu ada masalah yang perlu diperdebatkan. Tapi, F1 telah berdiskusi tentang batasan anggaran selama 15 tahun terakhir atau lebih. Ketika ingin membahas ini, Chase Carey (Presiden F1) dan tim mengejek,” kata Maffei.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Bukan Kemenangan yang Diinginkan
- Hamilton: Saya Tidak Ingin Juara dengan Cara Seperti Ini


Tim-tim menengah menyetujui regulasi ini sejak kali pertama kali gagasan disampaikan. Itu dianggap bisa membuat kejuaraan semakin menarik karena tak hanya tiga konstruktor yang bersaing memperebutkan gelar. Terlebih dalam beberapa tahun terakhir,  minat untuk menonton F1 menurun.

Pembatasan anggaran jadi salah satu perubahan besar F1, 2021. Kabarnya, setiap tim hanya boleh mengeluarkan dana 150 juta dolar AS, di tiap musimnya. “Batasan anggaran ini cukup diterima banyak orang karena antara tim besar dan menengah terpisah puluhan juta (dolar),” Maffei menuturkan.

“Secara umum, ini akan menciptakan lebih banyak kompetisi di perlombaan, lebih banyak aksi menyalip. Ini memang tidak cukup menguntungkan beberapa tim besar tapi akan menciptakan banyak pemenang. Nantinya, tim-tim menengah tak tertinggal terlalu jauh dari tim besar,” ujar Maffei.*M. FADLI RAMADAN 

 

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news