LIGA 1
Main di Tempat Netral lawan Borneo FC, Arema Siap Maksimalkan Keuntungan
20 Mei 2019 10:36 WIB
berita
Bek PSS Purwaka Yudi (kiri) membayangi penyerang Arema Ricky Kayame (Foto: Sri Nugroho)
MALANG – Terpuruk pada laga perdana Liga 1 2019 usai kalah 1-3 di tangan PSS Sleman 15 Mei lalu di Stadion Maguwoharjo, pelatih kepala Arema FC, Milomir Seslija, tetap menebar keyakinan. Milo, sapaannya, optimistis timnya segera bangkit saat berjumpa Borneo FC Rabu (22/5) malam.

Milo berharap semua pemainnya memaksimalkan keuntungan bermain di tempat netral karena Borneo FC harus melakoni laga kandangnya di Stadion Aji Imbut Tenggarong, Kalimantan Timur. Sebab saat ini kandang asli Pesut Etam, Stadion Segiri Samarinda, sedang direnovasi pada bagian rumputnya.


Baca Juga :
- Arema FC Andalkan Trio Timnas hadapi PSM
- Menang 8-0, Mario Gomes Sesumbar Bisa Garang dalam Kompetisi




“Jarak Samarinda ke Tenggarong tidak terlalu jauh, sekitar 50 kilometer. Tapi Arema dan Borneo FC sama-sama tidak bermain di kandang. Tentu kekuatan Borneo FC akan berbeda di luar kandang mereka, jadi kami harus siapkan taktik dan strategi berbeda dibanding lawan Borneo FC di Samarinda,” kata Milo, kemarin.

Menurut mantan pelatih Madura United itu, dirinya sudah mempelajari permainan Pesut Etam ketika main imbang 1-1 lawan Bhayangkara FC. “Di situ terlihat berbeda cara main mereka di kandang dan luar kandang,” ujar Milo.


Baca Juga :
- Usaha Terens Puhiri Pulih dari Kelebihan Berat Badan
- Kisah Kreatif dan Perjuangan Maskot Tim-tim Liga 1 2019


Pelatih asal Sarajevo, Bosnia and Herzegovina tersebut, juga meyakini timnya segera kembali ke jalur kemenangan usai tersandung di Sleman pada pekan pertama. Ia menilai secara psikis, mental tanding pemainnya juga sudah kembali normal dan siap bangkit di Tenggarong.

Meski demikian tetap tidak mudah menekuk Borneo FC. Apalagi dalam empat pertemuan terakhir di Tanah Kalimantan, tim yang kini dilatih Mario Gomez itu lebih dominan. Yakni, menang tiga kali dan sekali imbang. Sedangkan Singo Edan belum pernah menang. Namun, Milo tetap tidak memedulikan statistik.

"Hal utama yang harus dilupakan pemain adalah hasil buruk di Sleman, kemudian jangan melihat head to head kami di kandang Borneo FC. Kondisi kedua tim saat ini jelas tidak sama. Toh pada 2016, saya bisa bawa Arema main imbang 2-2 di Samarinda,” kata pelatih 54 tahun itu.

“Lawan Borneo FC, saya optimistis Arema akan kembali ke jalur kemenangan sesuai harapan. Kita tahu laga pertama selalu tidak mudah. Di Sleman pemain sudah berusaha, tapi laga sempat terhenti 45 menit, itu jelas memengaruhi ritme permainan tim,” ujar Milo.

Rombongan Singo Edan akan bertolak ke Tenggarong via Surabaya, Senin (20/5) siang dengan memboyong 18 pemain. Hanya saja, bek kanan Alfin Ismail Tuasalamony terancam tidak ikut karena cedera bengkak pada lutut kanannya akibat benturan saat melawan PSS.

“Alfin masih menjalani terapi. Benturannya terjadi sekitar tiga kali dengan pemain lawan. Cederanya belum terdiagnosis, harus dilihat lewat pemeriksaan ultrasonografi untuk mengetahui kondisi bagian dalam lututnya yang bengkak sebelum dilakukan penyedotan cairan pada lututnya itu,” kata dokter tim Arema, Nanang Tri Wahyudi.*Noval Luthfianto

 

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news