TOP OPINI FOOTBALL
Guardiola Kolektor Gelar
20 Mei 2019 04:05 WIB
berita
DI Manchester City, Josep Guardiola telah memberikan tiga gelar pada 2018/19 ini. Pelatih asal Spanyol tersebut membawa The Citizens juara Liga Primer, Piala Liga, dan terakhir Piala FA. Pencapaian ini semakin menegaskan kualitas Guardiola sebagai pelatih. Kini, Pep total telah meraih 27 gelar sejak dirinya memulai karier sebagai allenatore. Dengan gelar tersebut, menempatkan dirinya sebagai pelatih terbanyak dalam soal gelar. Guardiola melebihi Jose Mourinho yang total telah meraih 13 gelar dalama kariernya.

Di posisi ketiga adalah Massimiliano Allegri yang telah merengkuh 12 gelar. Pencapaian Guardiola sebagai pelatih memang luar biasa. Musim ini contohnya, dia telah membawa City meraih 98 poin dalam perburuan meraih gelar Liga Primer 2018/19. Jumlah tersebut hanya kurang dua poin dari total poin City pada musim lalu, 100 poin, saat meraih gelar Liga Primer 2017/18. Sejak mengawali kariernya sebagai pelatih pada 2008/9, berarti telah 10 musim Pep berada dalam kariernya sebagai arsitek sebuah tim.


Baca Juga :
- Secondary Player
- Isu Sarri dan Conte




Dari 10 musim tersebut, ada delapan musim yang ditandai dengan gelar liga. Total, Guardiola telah meraih 906 poin dari kemungkinan 1.104 poin yang dapat diraih. Jelas, itu merupakan pencapaian yang mengagumkan. Guardiola rata-rata mampu meraih atau memastikan gelar liga setiap 22 pertandingan di liga. Di sisi lain, dengan jumlah trofi yang telah diraihnya, Guardiola membuktikan bahwa gelar seperti sebuah rutinitas yang harus diraih dalam setiap musim.

Dan, Pep telah menolak Juventus. Setidaknya, sikap itulah yang muncul terkait isu kemungkinan si Nyonya Besar akan memburu Pep sebagai pengganti Allegri. Guardiola tetap ingin bertahan di City dan menuntaskan kontraknya walau musim depan The Citizens belum tentu bermain dalam ajang Liga Champions jika memang tim ini mendapatkan sanksi dari UEFA.


Baca Juga :
- Sikap Bale
- Mereka Pemain Istimewa


Ketika Pep merayakan gelar Piala FA, di Juventus, pada hari yang sama, Sabtu (18/5), Allegri telah menyampaikan selamat tinggal kepada timnya. Dia telah menuntaskan tugasnya dengan meraih gelar Seri A 2018/19. Musim ini hanya satu gelar yang dapat diberikan Allegri untuk si Nyonya Besar.

Ya, Pep dan Allegri dua pelatih yang juga mengalami kekecewaan dalam ajang Eropa, yaitu gagal di Liga Champions. The Citizens terlempar di ajang ini karena kalah dari Tottenham Hotspur, klub yang biasa mereka hadapi dalam ajang Liga Primer. Dan, Juve tersingkir justru oleh tim yang memiliki banyak pemain muda, Ajax Amsterdam. Di Liverpool, mimpi meraih gelar Liga Primer justru menempatkan mereka di final Liga Champions. Mohamed Salah pernah menyatakan bahwa jika peluang gelar Liga Champions ini dapat ditukar dengan gelar Liga Primer, dirinya akan sangat bahagia.

Meski demikian, sepak bola membawa ketiga klub ini ke arah yang berbeda. City selalu menginginkan gelar Liga Primer tapi mereka sudah lama membangun tim ini untuk memenangkan gelar Liga Champions. Begitupun dengan Juventus. Ambisi atau harapan mereka meraih gelar bergengsi dalam ajang Eropa tersebut diperlihatkan dengan kehadiran sosok Cristiano Ronaldo. Namun, kehadiran Ronaldo pun tidak cukup membuat Juventus mewujudkan harapan tersebut.

Bagi si Nyonya Besar, sebenarnya mereka bisa saja mempertahankan Allegri dan mencoba lagi memburu gelar Liga Champions pada 2019/20. Tapi, Juventus memilih untuk tidak meneruskan kerja sama mereka dengan Max—panggilan Allegri. Sedangkan The Citizens tetap bersama Guardiola. Dengan Pep, ada kepercayaan dan keyakinan bahwa musim depan City dapat meraih hasil yang lebih baik lagi.* Irfan Sudrajat

n
Penulis
nana sumarna
news