TOP FEATURE FOOTBALL
Satu Jam Sebelum “Perang”, Aremania saling sanjung dengan Slemania
18 May 2019 11:01 WIB
berita
Perwakilan suporter Slemania, BCS, Aremania masuk dengan membentangkan banner dengan bertulisan #Terimakasih Sepurane Sing Okeh Aremania dan Slemania- Foto TopSkor/Sri Nugroho
TEPAT jarum jam menunjukan pukul 18.00 WIB pasukan Aremania berbondong-bondong masuk ke kawasan Stadion Maguwoharjo, Sleman untuk mendukung dan menyaksikan pertandingan pembuka Liga 1 2019 antara PSS Sleman versus Arema FC. Suasana antarpendukung kala itu pun sangat tentram nan damai.
Teriakan suporter Aremania “Terimakasih, Slemania, Terimakasih Slemania kami ucapkan” menggambarkan bahwa keharmonisan antarpenonton diperkirakan akan terjalin dengan baik hingga akhir pertandingan.
“Kuota dari panpel sendiri kami diberikan jatah sekitar 2.000 tiket sebagai tamu. Kami juga diimbau untuk mensuport Arema dari datang hingga pulang nanti dengan aturan yang sesuai kesepakatan dari bapak-bapak polisi dan Slemania yaitu menjaga ketertiban dan kedamaian,” ujar Sabik, salah satu suporter Aremania.
Sabik mengaku senang bertandang ke Slemania, karena mendapat sambutan yang baik. Sabik dan Aremania juga mengaku tidak merasa masalah mengenai kuota suporter yang dikeluarkan pihak panpel tidak banyak.
“Karena sudah ada ketentuannya tuan rumah memang diwajibkan memberikan slot suporter tamu lima persen dari kapasitas stadion. Sesuai aturan itu Slemania berkoordinasi dengan manajer Arema untuk datang dengan jatah yang sudah ditentukan,” kata Sabik.
Sabik juga bercerita beberapa Aremania ada juga ada yang dijemput oleh Slemania di daerah Candi Prambanan itu menandakan bahwa pendukung tim tamu ingin mencontohkan dan membangun keharmonisan antarsuporter. “Baik, sambutan mereka (Slemania) selama ini baik dan menerima. Kami juga ingin sepak bola ke depan pendukungnya damai. Kami rivalitas hanya 2x45 menit selebihnya kami saudara,” ujar Sabik.
Salah satu pentolan Slemania, Asep Hendi juga sudah mengimbau para pendukungnya untuk ramah dan menjaga sikap sepanjang jalannya pertandingan. “Kami sudah berkoordinasi dengan semua suporter yang berada di Barat, Timur, dan Utara untuk mengawal pertandingan dengan baik,” kata Hendi.
Hendi juga bercerita sebelum hari pertandingan pihak kepolisian, suporter Arema dan PSS mengadakan buka bersama di Sekretariat Slemania yang berada di Stadion Maguwoharjo. “Ya, acara ini sengaja dilakukan untuk pengarahan dari polisi kepada kami para suporter dalam pembukaan Liga 1, ini juga sebagai jalinan silahturahmi antara kami,” ujar Hendi.
Namun keharmonisan yang sudah terjalin sebelumnya harus hancur satu jam sebelum kick-off Liga 1 2019. Entah dari mana asal muasal masalah yang terjadi, kedua suporter: Slemania dan Aremania saling lempar melempar botol dan pecahan ubin tribune.
Keadaan ini sejatinya sudah mereda ketika perwakilan kedua suporter masuk dengan membentangkan banner dengan bertulisan #Terimakasih Sepurane Sing Okeh Aremania dan Slemania. Namun banyaknya suporter yang sudah tersulut emosi membuat aksi lemparan-lemparan benda-benda tumpul dan serangan petasan kembali terulang hingga pertandingan selesai.* Nizar Galang Gandhimar


 


Baca Juga :
- CEO PSS Sleman Viola Kurniawati Mundur
- Komentar Nilmaizar Usai Persela Paksa PSS Imbang 1-1




R
Penulis
Rizki Haerullah
news