TOP OPINI FOOTBALL
Akhir Generasi 1980-an
18 May 2019 04:10 WIB
berita
Andrea Barzagli - TopSkor/Istimewa
GENERASI milenial telah memberikan pesan kepada mereka yang lahir pada awal 1980-an atau awal 1990-an. Pesan itu untuk pemain seperti Xave Hernandez, Arjen Robben, Franck Ribery, Petr Cech, atau Daniel De Rossi. Secara umum, meski deretan nama tersebut tidaklah tua karena mereka belum mencapai usia 40 tahun, namun dalam dunia sepak bola saat ini, muncul generasi yang berbeda, beberapa di antara mereka adalah generasi milenial yang membuat mereka (deretan pemain tersebut) tidak lagi memiliki tempat.

Beberapa di antara mereka ada yang harus mengakhiri kariernya (pensiun) sedangkan yang lain bergabung ke klub yang tampil di liga dengan kompetisi yang lebih rendah. Ya, generasi hebat yang dulu dikenal kini satu per satu mulai rontok, meninggalkan sepak bola atau menjauh dari kompetisi yang menuntut persaingan tinggi. Sosok pertama yang “menyerah” adalah bek Juventus, Andrea Barzagli, pemain kelahiran 1981.


Baca Juga :
- Tak Indonesia di Saigon
- Secondary Player




Barzagli bintang yang pernah membawa Italia juara Piala Dunia 2006 dan menjadi bagian dari trio lini belakang Juventus dalam meraih sejumlah gelar, bersama Leonardo Bonucci dan Giorgio Chiellini. Pemain yang lebih veteran dibandingkan dengan Barzagli adalah Xavi Hernandez, kelahiran 1980. Setelah kariernya bersama Al Sadd di Qatar, klub yang dibelanya sejak 2015, gelandang asal Katalunya tersebut memutuskan gantung sepatu di akhir musim ini.

Xavi memilih klub di luar Eropa setelah hampir seluruh kariernya diberikan kepada Barcelona. Di Los Azulgrana, Xavi meraih begitu banyak gelar. Dia adalah bagian penting dari sejarah perjalanan Barcelona menjadi klub besar. Pemain lainnya adalah De Rossi (1983) yang baru saja memutuskan meninggalkan AS Roma.  De Rossi muncul di Roma ketika I Giallorossi di bawah kepelatihan Fabio Capello. Pada 2001, De Rossi tampil dalam debutnya bersama Roma dan kini sudah 17 tahun memperkuat klub kota kelahirannya tersebut.


Baca Juga :
- Isu Sarri dan Conte
- Sikap Bale


Kini, setelah memenangkan dua trofi Piala Italia dan Piala Super Italia, De Rossi kini mencoba mencari klub lain. Tempat baginya untuk mengakhiri karier. Di Bayern Muenchen, ada Arjen Robben yang musim ini akan pergi meninggalkan klub asal Jerman tersebut. Robben kelahiran 1984 pun membentuk duet sayap Muenchen yang ditakuti pada masanya. Robben dan Franck Ribery. Ribery lebih tua satu tahun dibandingkan dengan Robben.

Ribery lebih lama dua tahun di Muenchen dibandingkan dengan Robben. Di Jerman, keduanya kemudian dikenal dengan Robbery. Setelah memenangkan 21 gelar termasuk meraih triplet (tiga gelar) dalam satu musim (2012/13), akhirnya Ribery pun memutuskan untuk meninggalkan Muenchen setelah musim ini berakhir. Robben sangat dekat dengan Ribery. Dan, Robben juga dekat dengan kiper asal Rep. Ceko, Petr Cech, ketika kariernya masih di Chelsea. Cech sudah menjadi bagian penting dari Chelsea sejak musim pertama di klub asal London ini sebelum akhirnya pindah ke Arsenal.

Namun, Cech berpeluang untuk mengakhiri kariernya di sepak bola dengan sebuah trofi: Liga Europa. Dia akan tampil dalam final menghadapi mantan klubnya, Chelsea. Yang menarik, takdir dari para legenda hidup ini seringkali saling bertemu dalam beberapa kali. Baik itu sebagai rekan satu tim namun juga terkadang sebagai lawan. Barzagli dan De Rossi contohnya, keduanya bersama-sama meraih gelar Piala Dunia 2006. Sedangkan Xavi yang membuat Robben kecewa dalam final Piala Dunia 2010.

Tapi, empat tahun kemudian, Robben dan Robin Van Persie membalas di Brasil ketika mereka menggulung timnas Spanyol, 5-1. Sekaligus menandai era kepelatihan Spanyol di bawah asuhan Vicente Del Bosque. Empat dari lima gol tersebut diciptakan Robben dan Van Persie. Momen itu sekaligus juga pembalas kepada Iker Casillas. Dan, Casillas, kemarin baru mengumumkan pensiun dari sepak bola terkait kondisi jantungnya yang tidak lagi memungkinan baginya untuk terus bermain.* Irfan Sudrajat

n
Penulis
nana sumarna
news