news
LIGA INTERNASIONAL
Meisterfinale
18 May 2019 12:12 WIB
berita
Niko Kovac - TopSkor/Istimewa
MUENCHEN - Ini situasi yang tidak biasa di Bundesliga. Untuk kali pertama dalam 10 tahun terakhir perebutan Meisterschale harus ditentukan di pekan terakhir. FC Bayern Muenchen bakal meraih gelar ketujuh beruntun jika menang atau minimal terhindar dari kekalahan saat menjamu Eintracht Frankfurt di Allianz Arena, Sabtu (18/5).

Maklum, Muenchen masih memuncaki klasemen dengan keunggulan dua poin atas Borussia Dortmund yang membuntuti di peringkat kedua. Die Bayern juga unggul 17 gol atas Die Borussen. Karenanya, tambahan satu poin dari laga terakhir bakal cukup bagi tim asuhan Niko Kovac itu untuk memastikan gelar Bundesliga ke-29.




Baca Juga :
- The Haters
- Target Banyak Klub




Pacuan Mesiterschale seketat ini juga sudah lama tidak dialami Muenchen. Ketika memenangi gelar Bundesliga beruntun sejak 2012/13, Die Bayern selalu unggul jauh atas rival-rival mereka masing-masing dengan 25, 19, 10, 10, 15, dan 21 poin.

Ini juga akan jadi kali pertama Muenchen memastikan gelar Bundesliga di Allianz Arena. Pasalnya, kesembilan Meisterschale yang dikoleksi Muenchen sejak pindah kandang ke stadion itu pada 2005, selalu dipastikan saat tandang. Kali terakhir mereka memastikan gelar di hadapan publik sendiri adalah pada 1999/00 saat masih bermarkas di Olympiastadion. 


Baca Juga :
- Ditakuti!
- Kutukan Barradas


Meski Muenchen hanya butuh satu poin untuk memastikan gelar, Kovac tidak berniat menerapkan strategi defensif lawan Frankfurt. “Kami akan bermain untuk menang,” katanya. “Saya yakin Frankfurt juga begitu. Saat (tertinggal dari Dortmund) pada jeda paruh musim kami pernah berharap agar masih punya peluang meraih gelar Bundesliga di akhir musim. Kini, peluang itu ada dan kami akan memaksimalkannya.”

Selain sangat dekat dengan gelar Bundesliga musim ini, Muenchen juga berpeluang merebut Piala Jerman. Die Bayern akan memperebutkan gelar itu pada final di Berlin melawan RB Leipzig, 25 Mei mendatang. Ini akan jadi double domestik ke-12 bagi Muenchen sekaligus yang pertama dalam tiga musim terakhir. 

Ironisnya, Muenchen tidak menjamin bakal mempertahankan Kovac di kursi pelatih sekalipun dia nanti berhasil memenangi Bundesliga dan Piala Jerman musim ini. Bahkan ada kabar yang menyebut pelatih asal Kroasia akan tetap dipecat akhir musim ini terlepas dari sukses tidaknya Die Bayern memenangi kedua gelar domestik itu.

“Saya sering mendengar kata garansi,” ujar CEO Muenchen Karl-Heinz Rummenigge. “Saya tidak suka dengan garansi dalam urusan pekerjaan. Saya juga tidak mau sekadar memuji pelatih dan pemain. Pada akhirnya, pemain, manajemen, dan pelatih di Muenchen harus bisa mempersembahkan sukses. Kami harus memastikan tren ini berlanjut seperti yang berlalu selama 20 atau 30 tahun terakhir.”

Kovac diangkat sebagai pelatih Muenchen musim panas lalu setelah menunjukkan kerja impresifnya selama dua tahun menangani Frankfurt. Ia membuat start meyakinkan bersama Die Bayern dengan memenangi empat laga pertama di Bundesliga musim ini. Tapi, setelah itu langkah Muenchen mulai terhambat hingga disalip oleh Dortmund. Klub itu juga tersingkir di 16 besar Liga Champions. 

Sebagian pemain Muenchen pun disebut-sebut tidak menyukai Kovac dan mereka terang-terangan menunjukkan pembangkangan mereka. Metode latihan yang monoton juga menambah masalah dan keampuhan taktiknya mulai dipertanyakan. Tapi, masalah utama Kovac adalah dirinya telah kehilangan kepercayaan dari para pejabat Die Bayern.*Rijal Alfurqon


 

n
Penulis
nana sumarna
news
news