LIGA ITALIA
Juara Piala Italia 2018/19 Jadi Obat Usai Gagal ke Liga Champions
16 May 2019 23:51 WIB
berita
Selebrasi penggawa Lazio usai menjuarai Piala Italia 2018/19 yang merupakan ketujuh dalam sejarahnya. (Foto: SSLazio.it)
ROMA - Luis Alberto mengatakan, juara Piala Italia 2018/19 ini sangat berkesan bagi Italia. Bisa dipahami mengingat itu final ke-10 dalam sejarah I Biancoceleste.

Dalam periode itu, Lazio enam kali juara dengan terakhir pada 2013. Dalam dua edisi sebelumnya, mereka takluk dari Juventus pada 2015 dan 2017.


Baca Juga :
- Liverpool Percaya Diri dengan Skuat Lama
- Hasil Kualifikasi Liga Champions, Klub Eks Pemain Barito Putera Lolos




Tak heran jika Alberto sangat girang akhirnya Lazio kampiun setelah menunggu enam tahun. Apalagi, pada Piala Super Italia 2017, I Biancoceleste juga sukses juara usai mengalahkan Juventus 3-2.

"Ini sangat luar biasa. Sebab, Juventus telah memenangkan segalanya di Italia. Namun, kami mampu mengambil dua trofi dari mereka dalam dua tahun terakhir," kata Alberto kepada Onda Cero.


Baca Juga :
- Parejo di Ambang Banyak Rekor
- Grujic Terpaksa Tunda Kembali ke Liverpool


"Juventus sangat luar biasa (di Seri A) musim ini. Namun, kami berhasil merebut Piala Super Italia (2017) dari mereka dan juara (Piala Italia 2018/19)."

Lazio jadi yang terbaik pada turnamen lintaskasta di Negeri Piza ini usai mengalahkan Atalanta 2-0. Dua gol Elang Ibu Kota dibukukan Sergej Milinkovic-Savic pada menit ke-82 dan Joaquin Correa (90).

"Atalanta merupakan tim yang luar biasa. Saya sangat mengagumi permainan mereka yang selalu menyerang. Atalanta mampu tampil sebagai tim yang solid dan melangkah jauh," Alberto, mengungkapkan.

"Kali ini Lazio yang juara. Saya sangat senang. Namun, saya berharap Atalanta lolos ke Liga Champions.

Pernyataan tersebut beralasan. Pasalnya, Lazio dipastikan gagal tampil di turnamen lintaskasta terelite di Eropa tersebut.

Sebab, mereka tertahan di peringkat delapan dengan 58 poin. Alias, tertinggal tujuh angka dari Atalanta di urutan empat (65 poin) sekaligus batas akhir ke Liga Champions 2019/20 dengan Seri A hanya menyisakan dua laga yang maksimal enam poin.***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news