news
LIGA SPANYOL
Sadar Tak Dibutuhkan, Bale Mau Perpisahan
17 May 2019 13:12 WIB
berita
Gareth Bale (kiri) & Zinedine Zidane - TopSkor/Istimewa
MADRID – Gareth Bale sadar betul bahwa dirinya sudah memasuki hari-hari terakhir sebagai pemain Real Madrid. Sejauh ini memang masih terdapat tarik ulur soal masa depannya: perihal sikap agennya, keputusan pelatih Zinedine Zidane, dan klub. Di luar itu, menurut Marca, penyerang tim nasional Wales itu mau ada perpisahan untuknya di laga pamungkas 2018/19.

Sejauh ini situasi Bale di Madrid memang begitu pelik. Agennya, Jonathan Barnett bersikeras ingin kliennya bertahan sebab masih memiliki kontrak hingga 2022. Zidane sendiri dari tindakannya sudah jelas tak menginginkannya. Tapi belum ada ikrar resmi perihal itu. Sementara klub, masih kesulitan melepas pemainnya itu akibat tingginya gaji.




Baca Juga :
- El Clasico Tanpa Marcelo, Buruk Buat Madrid
- Klub Besar yang Memburu Pochettino




Penyerang 29 tahun ini sendiri sudah ditinggalkan di dua pertandingan terakhir Los Merengues, julukan Madrid. Ia tak disertakan dalam tim yang dibawa untuk lawan Villarreal CF (5/5) dan Real Sociedad (12/5), tanpa ada alasan apapun (tak cedera). Kini dirinya sangat ingin tampi di laga pamungkas La Liga menjamu Real Betis, akhir pekan nanti (19/5).

Pada awal kedatangannya 3 September 2013, eks winger Tottenham Hotspur ini disambut oleh 30 ribu fan yang datang langsung ke stadion. Ia tentu tak mau mengucap salam perpisahan dari tribune. Bale ingin tampil untuk yang terakhir kalinya di Stadion Santiago Bernabeu pada jornada ke-38 nanti sebagai bentuk perpisahan dirinya yang di ambang tedepak.


Baca Juga :
- Havertz Siap Bermain di Klub Besar Eropa
- Solskjaer Izinkan Pogba Tinggal MU, tapi Madrid Harus Bayar Rp 2,3 Triliun


Kendati begitu, keputusan akhir tetap berada di Zidane. Sejauh ini, pelatih asal Prancis itu belum menunjukkan gelagat apapun soal keputusan yang akan diambilnya. “Saya membuat keputusan dan jelas apa yang telah saya lakukan akhir pekan ini. Kita akan lihat pekan selanjutnya dan musim depan,” katanya di pra pertandingan jornada sebelumnya.

Bale sendiri sejatinya tak berada dalam momen yang bagus untuk mengucapkan perpisahan. Sebab pada laga terakhir yang dimainkannya lawan Rayo Vallecano, ia kembali mendapat perlakuan buruk dari fan yang menyorakinya. Penggemar kecewa dengan performanya yang tampil penuh dan pada akhirnya Madrid keok 0-1 (tandang), 28 April.

Meski begitu, winger berjulukan The Cardiff Express ini sejatinya pantas mendapat apresiasi atas segala yang diberikan selama ini. Banyak momen indah yang dicatataknya untuk Los Merengues. Seperti memenangkan sprint dengan Marc Bartra hingga ke luar (pinggir) lapangan, untuk kemudian mencetak gol dan juara Piala Raja 2013/14 atas FC Barcelona.

Ia pun jadi bagian tim yang memenangkan trofi Liga Champions di tiga musim beruntun. Di 2015/16, Bale memberi asisst untuk gol Sergio Ramos dan jadi salah satu pencetak gol di adu penalti. Semusim berikutnya ia memang hanya main 13 menit akhir akibat baru pulih, tapi di edisi teranyar sukses jadi pemain kunci, mencetak dua gol ke gawang Liverpool FC.

Total selama enam musim dirinya turut membantu tim meraih 14 trofi. Bersama Los Merengues, ia sudah merasakan jadi juara pada tiap kompetisi yang diikuti: La Liga (satu), Piala Raja (satu), Liga Champions (empat), Super Spanyol (satu), Super Eropa (tiga), dan Piala Dunia Klub (empat). Total golnya ada 102 dan 51 di antaranya dicetak di Bernabeu.*Taufani Rahmanda


 

loading...
n
Penulis
nana sumarna
news
news