news
LIGA ITALIA
Pertemuan Petinggi Temui Jalan Buntu, Mau ke Mana Juventus Melangkah Masih Misterius
17 May 2019 12:09 WIB
berita
Andrea Agnelli(kiri) & Massimiliano Allegri - TopSkor/Istimewa
TURIN - Pada 16 April lalu,  Juventus FC seolah kehilangan kerja keras satu tahun, dalam tempo 20 menit. Impian Liga Champions sirna karena kalah lawan Ajax. 30 hari kemudian, semua seolah terhenti di Continassa. Tak ada pemain baru, tak ada perpisahan dan tak ada kepastian soal pelatih baru.

Hasil pertemuan antara Presiden Juve Andrea Agnelli dan Massimiliano Allegri, Rabu (15/5), masih misterius. Pelatih baru pulang pada pukul 23.10 dan tidak mau berkomentar. Banyak yang menduga sesi tatap muka dilakukan saat makan malam, seusai latihan sore. 




Baca Juga :
- Ibrahimovic: Ronaldo Pemenang 5 Ballon d'Or Bukan Ronaldo Asli
- 5 Pemain Ini Bisa Dibeli Manchester United




Lantaran pertemuan yang berlangsung selama tiga jam itu buntu, maka mereka berjanji melakukan diskusi lanjutan. Kali ini melibatkan Wakil Presiden Pavel Nedved dan Direktur Olahraga Fabio Paratici. 

Kemarin pagi, Agnelli kembali datang ke Continassa, tepatnya pukul 8.20. Sementara Max tiba sekira satu jam kemudian, lalu mempersiapkan latihan yang terbuka untuk umum. Nedved, Paratici dan direktur lain diundang karena tema pembicaraan tidak fokus pada kontrak pelatih saja. Tapi juga melebar ke faktor teknik, taktik dan mercato. 


Baca Juga :
- Operasi Lancar, Khedira Menjauh dari Juventus Hingga Maret 2020
- Update Hasil dan Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB


Berdasarkan sinyal yang terlihat beberapa hari sebelumnya, kemungkinan akan ada kabar gembira.  “Allegri akan tetap melatih Juve tapi semua ini tergantung dari dirinya...," Agnelli mengungkapkan, Selasa malam di Stresa. Dia mulai memikirkan apakah mengganti komandan tim adalah langkah tepat untuk memperbaiki masa depan La Vecchia Signora. Meski baru mempersembahkan gelar di kompetisi domestik, tapi tidak banyak pelatih yang bisa menorehkan prestasi tersebut.
 
Pengusaha tersebut mungkin akan menawarkan perpanjangan kontrak satu tahun lagi dan kenaikan gaji sedikit. Saat ini Allegri terikat ikatan kerja hingga Juni 2020 dan meraup gaji 7,5 juta euro (sekira Rp121 miliar). Jadi kelanjutan kerja sama tergantung apakah Allegri bersedia menerima proposal klub.
 
Tapi bukan uang saja yang menjadi pertimbangan utama tecnico itu, dukungan petinggi klub terhadap keinginannya mengubah beberapa hal dari tim, akan menentukan. Kemungkinan akan ada beberapa spot yang dikosongkan untuk diisi para pemain baru.
 
Seleksi Tawaran
Paulo Dybala menjadi salah satu topik pembahasan. Striker dengan nomor punggung 10 itu tenggelam dalam bayang-bayang Cristiano Ronaldo sehingga merasa depresi.

Juve pun mulai menyeleksi semua tawaran untuk pemain asal Argentina itu. Ketertarikan pelatih Atletico Madrid Diego Simeone terhadap Dybala sudah bukan rahasia lagi. Setahun lalu, mereka pernah berjumpa secara privat di sebuah restoran di Madrid. Kebutuhan kali ini sangat mendesak karena skuat kehilangan Antoine Griezmann yang siap pindah ke FC Barcelona.
 
Kakak sekaligus manajer Dybala, Mariano, mengomentari situasi La Joya. “Ada kemungkinan besar Paulo pergi dari Turin, dia butuh tim baru. Sebelumnya Paulo merasa sangat nyaman di Italia tapi sekarang berbeda, seperti banyak pemain Juventus lainnya... Paulo tidak akan menjadi satu-satunya pemain Juventus yang pergi,” katanya. “Di luar lapangan tidak ada masalah dengan Cristiano. Masalahnya terdapat di lapangan karena Paulo tidak dapat bersaing dengan dia karena masih muda...”
Pastinya Juve tidak mau memberi diskon bagi peminat Dybala. Harganya tidak kurang dari 100 juta euro. Bayern Muenchen dan Manchester United juga mengincarnya.*Dari Berbagai Sumber   
 

loading...
n
Penulis
nana sumarna
news
news