news
LIGA INGGRIS
Seperti Zombie, Masa Depan Sarri di Chelsea Belum Jelas
17 May 2019 12:00 WIB
berita
Maurizio Sarri - TopSkor/Istimewa
LONDON – Chelsea FC akan membuat keputusan terkait masa depan pelatih Maurizio Sarri setelah final Liga Europa melawan Arsenal FC di Baku, Azerbaijan, 29 Mei nanti. Sarri, yang baru menjalani musim pertamanya di Stamford Bridge, sudah mampu mengantar The Blues lolos ke Liga Champions musim depan berkat menduduki peringkat ketiga klasemen akhir Liga Primer. 
Memenangi trofi Liga Europa dengan mengalahkan rival sesama klub London, mungkin akan memperpanjang karier Sarri di Inggris. Yang menjadi pertanyaan, sejauh ini tidak ada jaminan dari Chelsea yang ditawarkan kepada pelatih asal Italia itu agar tetap bertahan. 

Karenanya, sejumlah media di Italia menyebut Sarri ibarat mayat hidup yang berjalan alias dead man walking. Namun, apa pun hasil melawan Arsenal di Baku nanti, sejatinya masalah Sarri bersama Chelsea tidak akan berakhir begitu saja. 
Sarri sejatinya sudah dua kali hampir dipecat musim ini. Namun, performa Chelsea langsung bagus setiap ancaman pemecatan Sarri muncul. Termasuk menjelang akhir Liga Primer sehingga bisa finis di posisi ketiga dengan menggeser Tottenham Hotspur. 




Baca Juga :
- Ronaldo Ngambek Diganti Sarri, Juventus Tak Beri Sanksi
- Kesal Dua Kali Digantikan, Ronaldo Langsung Pulang




Tapi, sebagian besar suporter serta pemilik Chelsea, Roman Abramovich, sepertinya lebih menginginkan Sarri pergi. Menariknya, masalah utama Abramovich ingin memecat Sarri disinyalir hanya karena hubungan buruknya dengan fan The Blues. 
Eks pelatih SSC Napoli itu pun mengakui, setelah ditahan tanpa gol oleh Leicester City pada laga terakhir Liga Primer, Minggu (12/5) lalu, dirinya tidak tahu pasti soal masa depannya di Stamford Bridge. 
     
“Mungkin, tapi saya tidak tahu pasti,” ucap Sarri saat ditanya apakah dirinya akan bertahan di Chelsea musim depan. “Manajemen meminta saya agar Chelsea lolos ke Liga Champions musim depan. Itu sudah kami penuhi. Anda tahu, saya sangat menyukai Liga Primer karena kompetisi ini yang terbaik di dunia,” ujar Sarri yang masih memiliki kontrak dua tahun lagi di Chelsea.  

Ada faktor lain yang membuat masa depan Sarri di Chelsea kian kompleks. The Blues sedang menggugat hukuman larangan transfer dua periode (window, musim panas dan dingin) dari FIFA. Jika Pengadilan Arbitrasi Olahraga Internasional (CAS) membekukan putusan FIFA dan Chelsea diizinkan membeli pemain, itu akan berdampak langsung terhadap Sarri. 
Sebuah sumber dekat klub menyebut, posisi Sarri akan lebih kuat jika Chelsea dihukum tidak bisa mendatangkan pemain baru pada musim panas nanti. The Blues diyakini tidak mau mengambil risiko besar dengan melakukan perombakan – utamanya mengganti pelatih – tanpa membeli pemain baru. 


Baca Juga :
- Golnya Dicuri Rekan Setim, Digantikan Pula, Ronaldo Marah pada Bos Sarri
- Antara Ramsey atau Costa untuk Ronaldo


Sarri sebenarnya sudah diincar dua klub raksasa Seri A. Setelah eks pelatih Chelsea, Antonio Conte, menolak pinangan, AS Roma langsung berpaling kepada Sarri. AC Milan juga tertarik untuk merekrut Sarri bila meninggalkan London.
 
Menariknya, Chelsea dikabarkan tengah mempersiapkan Frank Lampard jika mereka jadi melepas Sarri. Mantan gelandang The Blues itu berhasil mengantar Derby County ke final play-off Championship melawan Aston Villa, pada musim pertamanya melatih. Media Italia, Sport Mediaset, menyebut Chelsea bahkan sudah “memesan” Lampard sebagai penerus Sarri. 

Lampard memang bukan nama asing bagi The Blues. Pria 40 tahun itu sudah menjadi legenda Chelsea berkat torehannya sepanjang aktif bermain pada 2001-2014. Lampard adalah pencetak gol terbanyak dalam sejarah Chelsea dengan 211 gol dalam 648 laga. Ia  ikut mengangkat tiga trofi Liga Primer (2005. 2006, 2010), satu Liga Champions (2012), dan satu Liga Europa (2013).*Tri Cahyo Nugroho 
 

loading...
n
Penulis
nana sumarna
news
news