LIGA ITALIA
De Rossi Pamit, Fan Roma Tidak Terima
15 May 2019 14:10 WIB
berita
Daniele De Rossi - TopSkor/Istimewa
ROMA – Seperti tersambar petir di siang bolong, begitu reaksi tifosi ketika mengetahui Daniele De Rossi akan hengkang. Pertandingan AS Roma lawan Parma Calcio, 26 Mei, menjadi ajang perpisahan dengan publik Olimpico. Tentu saja sebagian besar menyayangkan kepergian gelandang senior yang setelah 17 tahun, 6 bulan dan 19 hari mengabdi untuk klub ibu kota Italia tersebut. 
 
Pengumuman tersebut menuai ribuan kicauan di Twitter. Suporter pun berbondong-bondong menuju pusat latihan Trigoria, tempat De Rossi melakoni jumpa pers. Mereka menghentikan mobil pemain 35 tahun itu untuk sekadar bersalaman, minta tanda tangan, swafoto sembari menanyakan alasannya. Dengan ramah, putra pelatih tim Primavera Roma, Alberto, meladeni permintaan itu. 

Pemandangan unik terlihat di ruang media. Para pemain I Giallorossi duduk bersama para jurnalis, menyimak pernyataan kapten mereka. 


Baca Juga :
- Resmi, Jadwal Liga Italia Serie A Musim ini Telah Dirilis
- Enter The Dragons




Dengan nada getir, De Rossi berbicara. Dia tak menyangka perpisahan dengan Roma sedemikian pahit. Jauh dari bayangannya, di mana dia yang menentukan untuk pergi. 

“Saya baru tahu kalau kontrak saya tidak diperpanjang kemarin. Tahun ini usia saya 36 dan saya tidak bodoh. Di dunia sepak bola, ketika tidak ada yang menelpon untuk mendiskusikan kontrak baru, maka keputusan harus diambil. Tidak pernah ada pembicaraan. Beberapa kali saya ingin bicara dengan Monchi dan dia menjamin, tapi saya selalu punya insting bahwa hal ini akan terjadi,” ujarnya. 


Baca Juga :
- Revolver Calcio, Fakta Scudetto Serie A
- Inter Kejar Liga Champions, Napoli Menghadang


Pemain tengah itu menyayangkan bahwa komunikasi dengan klub makin buruk setahun belakangan. “Penyesalan saya terlihat pada kenyataan, kami sangat jarang bicara tahun ini. Jarak kadang menciptakan kesalahpahaman, tapi saya harap klub memperbaiki hal ini, mengingat saya adalah seorang penggemar Roma,” dia melanjutkan.

Pernyataan De Rossi dibenarkan CEO I Lupi Guido Fienga. Meski klub tidak memperpanjang kontraknya sebagai pemain, mereka menawarkan peran lain di belakang layar. Namun, centrocampista itu menolak lantaran masih merasa mampu bermain. 

Atas nama Roma, Fienga meminta maaf kepada De Rossi karena pemberitahuan soal kontrak tidak dilakukan jauh-jauh hari. Dia menegaskan kalau pintu klub selalu terbuka seandainya suami Sarah Felberbaum itu ingin kembali untuk melakukan pekerjaan di level staf teknik atau manajemen. Karisma yang diperlihatkan selama ini dipandang sebagai modal penting menjadi seorang direktur.  

“Saya kurang tertarik menjadi direktur, tapi masuk akal melakukannya kalau mau bertahan di Roma. Saya melakukan pekerjaan kotor Francesco Totti, mungkin suatu hari nanti saya akan bergabung dengannya. Saya ingin menjadi pelatih, butuh waktu untuk mempelajarinya,” De Rossi menimpali.
 
Karena masih terkejut, De Rossi belum memikirkan tentang langkah ke depan. Sejauh ini belum ada kontak dengan klub lain di Italia maupun mancanegara. Dia akan berkonsultasi dengan agennya. 

De Rossi bergabung dengan Roma saat sudah menginjak remaja, tepatnya pada 2000. Di usia 18 tahun, dia dikirim ke pertarungan lawan Real Madrid di penyisihan grup Liga Champions 2001/02. Perlahan-lahan pemilik kostum nomor 16 tersebut mengokohkan posisinya sebagai jantung permainan Roma dan tim nasional Italia. Dia telah tampil 615 kali dan menyumbang 63 gol untuk I Giallorossi.*Xaveria Yunita
 

n
Penulis
nana sumarna
news