TOP OPINI FOOTBALL
Pep, Klopp, dan Poche
13 Mei 2019 23:25 WIB
berita
LIGA Primer sudah berakhir namun ada pertanyaan siapa yang terbaik. Untuk kategori pelatih, sukses Josep Guardiola membawa Manchester City juara Liga Primer 2018/19 atau dua kali beruntun cukup memberikan alasan bahwa pelatih asal Spanyol tersebut sebagai yang terbaik. Namun, mudah pula memilih Klopp sebagai yang terbaik. Keduanya bagian penting dari persaingan kedua tim masing-masing dalam meraih gelar Liga Primer.

Ya, Liverpool tidak akan sampai sejauh ini untuk waktu yang lama sepanjang 2018/19. Liverpool juga begitu mengesankan. Semua itu karena peran Klopp. Meski demikian, Pep pun pantas menyandangnya, untuk konsentrasi dan energi pelatih ini dalam membawa timnya terus memimpin. Pep pantas menyandang gelar ini karena faktanya dia tetap membuat timnya haus gelar Liga Primer meski musim lalu telah meraihnya.


Baca Juga :
- Guardiola Kolektor Gelar
- Akhir Generasi 1980-an




Lalu, apakah ada pelatih lain yang juga pantas meraihnya selain Pep dan Klopp? Tentu saja. Mauricio Pochettino pantas dikedepankan. Untuk sukses yang diraihnya dalam membawa Tottenham Hotspur ke empat besar dan ke final Liga Champions, pencapaian Poche terbilang luar biasa. Pertama karena sepanjang musim ini, dia tidak mendapatkan tambahan satu pemain pun. Spurs memang tidak melakukan pembelian dalam bursa transfer.

Selain tanpa pemain baru, Poche pun harus membawa timnya tampil bukan di kandang mereka sendiri, setidaknya hingga April lalu. Dengan situasi tersebut, pelatih asal Argentina ini pun tetap mampu membawa timnya meraih tiket Liga Champions. Pochettino membuktikan bahwa keterbatasan tidaklah membuat dirinya kehilangan ambisi meraih gelar. Dan, tentu, Pochettino membawa timnya ke final Liga Champions. Dia pantas bersanding dengan Pep dan Klopp dalam kandidat pelatih terbaik.


Baca Juga :
- Siapa yang Tepat untuk Madrid?
- De Rossi Tidak Mau Berhenti


Pochettino mampu memaksimalkan sejumlah pemain, termasuk mereka yang awalnya sudah dinilai akan sangat sulit memberikan kontribusi kepada tim. Faktanya, dia memunculkan Fernando Llorente sebagai penentu kemenangan ketika menghadapi Napoli. Poche juga memiliki momentum saat menurunkan Lucas Moura yang mencetak dua gol ke gawang Ajax Amsterdam.

Dalam aspek kejutan, sosok Javi Gracia juga menjadi pelatih yang membuat pencapaian yang istimewa. Dia membawa Watford melangkah ke final Piala FA. Dalam laga final nanti, Gracia akan menghadapi Guardiola (Man. City). Gracia merupakan pelatih tenang di antara keganasan Liga Primer 2018/19 ini. Keberhasilan Watford ke final Piala FA merupakan sensasi yang lain dari 2018/19 ini. Apalagi jika di final nanti, dia mampu membawa timnya mengalahkan City dan tampil sebagai juara.

Ya, Pep, Klopp, Pochettino, dan Gracia, pantas dikedepankan sebagai pelatih yang memberikan pencapaian mengesankan pada musim ini. Tentu saja, torehan Unai Emery bersama Arsenal dan Maurizio Sarri di Chelsea juga bagian yang juga mengesankan. Meski masih berada di bawah keempat pelatih tersebut, tapi kedua pelatih ini masih lebih baik dibandingkan dengan pelatih Manchester United (MU), Ole Gunnar Solskjaer.*Irfan Sudrajat


 

n
Penulis
nana sumarna
news