TOP FEATURE FOOTBALL
Indahnya Toleransi Antarumat Beragama di Timnas U-16
14 May 2019 10:03 WIB
berita
Timnas U16 Felix (kanan) - TopSkor/Husni Yamin
RAMADAN menjadi bulan yang penuh berkah dan rahmat. Tak terkecuali bagi para pemain seleksi timnas Indonesia U-16 yang tengah bersaing memperebutkan tempat di tim utama. Panggilan timnas tentunya jadi salah satu berkah yang tak terhingga bagi mereka. Bahkan kesempatan emas yang akan mereka lewatkan begitu saja.

Namun begitu, persaingan ketat di lapangan bukan berarti mereka tidak saling mengenal, dan tidak menghormati satu sama lain. Justru tingkat toleransi antarpemain terlihat begitu tinggi. Pemain nonmuslim yang tidak menjalankan puasa, sangat menghormati mereka yang beribadah puasa.


Baca Juga :
- Indra Sjafri Mantu, Berikut Doa dari Menpora
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport




Bahkan mereka saling mengingatkan ketika waktu salat sudah masuk. Hal-hal saling menghormati satu sama lain seperti ini memang sangat ditekankan betul oleh tim kepelatihan. Dengan begini, diharapkan chemistry antarpemain akan dengan cepat segera terjalin.

Di lapangan, pemain nonmuslim sangat menghargai pemain yang berpuasa. Meski dari segi ketahanan tubuh mereka lebih memadai, bukan berarti mereka merasa diuntungkan. Ketika lelah, mereka juga ikut menahan haus dengan memilih tidak minum di depan pemain muslim.


Baca Juga :
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk


“Pengalaman yang sangat baru bagi saya. Walaupun teman-teman yang lain mayoritas puasa, kami yang berbeda agama tetap menghargai mereka,” kata Alexandro Felix Kamuru, peserta seleksi yang beragama Kristen.

Pemain seleksi asal tim Barito Putera tersebut, mengatakan, meski bersaing di lapangan, rekan-rekan di dalam penginapan tak segan saling berbagi. Kebersamaan dipupuk sejak dini supaya keterikatan antarpemain bisa cepat mencair. 

“Ketika jam sarapan atau makan siang kami yang tidak puasa akan makan sendiri. Tapi waktu berbuka puasa, kami akan berbaur bersama rekan-rekan yang lainnya,” Felix melanjutkan. 

Di lain sisi, pemain jebolan Liga TopSkor zona Yogyakarta bersama SSB Gama tersebut, optimistis dirinya bisa bersaing hingga tahap terakhir. Felix yang memiliki kelebihan di kaki kirinya itu, menyebut Bima Sakti sebagai sosok pelatih yang patut diteladani.

Menurutnya, Bima tegas dalam menekankan kedisplinan dari hal hal terkecil sekalipun. “Saya sangat senang mendapatkan kesempatan dilatih coach Bima. Karena menurut saya cara melatihnya berbeda. Terutama dalam hal kedisiplinannya baik di luar maupun di dalam lapangan,” ucap pengidola berat Boaz Solossa tersebut.*Furqon Al Fauzi
 

n
Penulis
nana sumarna
news