news
LIGA INTERNASIONAL
INFOGRAFIS: Es Ist Erst Vorbei
13 May 2019 18:26 WIB
berita
Mario Goetze - TopSkor/Istimewa
DORTMUND - Es ist erst vorbei, wenn es vorbei ist! (segalanya belum berakhir, hingga benar-benar berakhir). Kalimat itu menggambarkan pacuan gelar Bundesliga musim ini yang harus ditentukan pada pekan terakhir. Pimpinan klasemen FC Bayern Muenchen membuang peluang untuk memastikan gelar pada pekan ke-33 lantaran hanya bermain imbang 0-0 dengan tuan rumah RB Leipzig di Red Bull Arena, Sabtu (11/5). 

Pada saat bersamaan, tim peringkat kedua Borussia Dortmund meraih kemenangan  3-2 saat menjamu Fortuna Duesseldorf di Signal Iduna Park. Hasil ini membuat jarak antara kedua tim kembali menyempit dari empat menjadi hanya dua poin. Ini kali pertama sejak 2008/09, pacuan gelar Bundesliga berlanjut hingga pekan terakhir. 




Baca Juga :
- Sancho Beralih ke Liverpool, Begini Penjelasan Klopp
- Setan Merah Ingin Sancho Mendarat Lebih Cepat di Old Trafford




Meski begitu, Muenchen masih di atas angin. Mereka akan meraih gelar Bundesliga ke-29 sekaligus yang ketujuh beruntun jika menang dalam laga terakhir lawan Eintracht Frankfurt di Allianz Arena, Sabtu (18/5). Bahkan hasil imbang pun kemungkinan besar sudah cukup buat Die Bayern untuk jadi juara lantaran keunggulan selisih gol yang cukup besar atas Dortmund.
 
Sebaliknya, syarat-syarat  yang harus dipenuhi Dortmund untuk jadi juara sangat sulit. Selain harus meraih menang di kandang Borussia Moenchengladbach pada laga terakhir di Borussia-Park, Die Borussen juga berharap Muenchen kalah dari Frankfurt. Tapi, jika Die Bayern bermain imbang, Dortmund harus menang dengan selisih lebih dari 17 gol atas Gladbach untuk jadi juara. 

Terlepas dari peluang Dortmund yang tidak terlalu menjanjikan untuk meraih Meisterschaft musim ini, CEO Die Borussen Hans-Joachim Watzke tetap antusias. Pasalnya, Dortmund sudah bebas dari tekanan dan beban itu kini berada di pundak Muenchen sebagai pihak yang diekspektasikan jadi juara. 


Baca Juga :
- Timnya Keok, Pelatih Dortmund Malah Terpesona Messi
- Dijadikan 'Kambing Hitam', Jadon Sancho Marah, 4 Klub Elite Menunggunya Keluar dari Dortmund


“Kami telah menciptakan partai final buat Bundesliga pada pekan terakhir,” kata Watzke. “Situasi seperti ini bagus buat kompetisi ini dan kami bangga dengan itu. Kami telah mengalami tekanan yang sangat brutal. Tapi, kini tekanan itu bergeser ke selatan (Muenchen). Muenchen mempertaruhkan segalanya dan kami hanya bisa menang.” 

Optimisme juga diungkapkan Mario Goetze yang mencetak gol ketiga Dortmund ke gawang Duesseldorf. Dia melihat Frankfurt berpeluang menang di kandang Muenchen dan Die Adler punya motivasi besar untuk melakukan itu karena mereka sangat butuh poin untuk lolos ke Liga Champions musim depan. 

“Bermain di kandang Muenchen selalu sulit. Namun, ini laga terakhir dan segala kemungkinan bisa terjadi,” ujar Goetze. “Meski begitu, kami juga menghadapi laga yang berat lawan Gladbach yang juga mengincar posisi empat besar.” 

Sejumlah kejutan yang terjadi di semifinal Liga Champions musim ini bisa jadi inspirasi buat Dortmund. Liverpool FC yang kalah 0-3 dari FC Barcelona pada leg pertama sukses lolos ke final usai menang 4-0 di leg kedua. Pada semifinal lainnya, Tottenham Hotspur bangkit dari kekalahan 0-1 dari AFC Ajax di London dengan menang 3-2 di Amsterdam. 

“Meskipun semifinal Liga Champions situasi yang sangat berbeda, tapi itu menunjukkan bahwa segala kemungkinan bisa terjadi. Itulah sebabnya Dortmund layak berharap,” tutur Goetze. 

Di pihak lain, pelatih Muenchen Niko Kovac mengaku tidak terlalu kecewa dengan kegagalan skuatnya menang di kandang Leipzig sekaligus memastikan gelar Bundesliga. Dia tetap yakin Die Bayern bakal jadi juara dan untuk kali pertama sejak 1999/00 mereka bisa merayakannya di hadapan publik sendiri. 

“Tertunda bukan berarti batal,” ucap Kovac. “Sayang, kami tidak mendapatkan hasil yang layak dalam laga ini. Tapi, kami menyimpannya untuk pekan berikutnya. Kami akan main di kandang dan akan memastikan gelar di sana. Ini partai final dan publik Muenchen sudah beberapa dekade tak mengalaminya.”

Presiden Muenchen Uli Hoeness juga menegaskan tetap tenang meski Muenchen gagal memastikan gelar di Leipzig. Dia hanya kesal dengan keputusan wasit menganulir gol Leon Goretzka di menit ke-54 setelah video assistant referee (VAR) menunjukkan Robert Lewandowski pada posisi off-side dalam proses terjadinya gol tersebut. 

Pasalanya, pada layar VAR terlihat seluruh tubuh Lewandowski berada sejajar dengan bek Leipzig, Willi Orba. Hanya tangannya yang sedikit menjulur lebih ke depan. “Ini lelucon terbesar tahun ini karena itu bukan kesalahan yang jelas. VAR dipakai untuk memperbaiki kesalahan yang jelas. Selisih satu millimeter bukan keuntungan,” kata Hoeness.*Rijal Alfurqon

loading...
n
Penulis
nana sumarna
news
news