LIGA EUROPA
Bagi Maurizio Sarri, Juara yang Utama dan Runner-up Bakal Sia-sia
11 Mei 2019 15:54 WIB
berita
Selebrasi penggawa Ajax Amsterdam usai mengalahkan Juventus 2-1 yang berujung lolos ke semifinal Liga Champions 2018/19 berkat unggul agregat 3-2. (Foto: UEFA.com)
LONDON - Maurizio Sarri optimistis, Chelsea bisa menjuarai Liga Europa 2018/19. Jika tidak, menurutnya akan jadi kekecewaan yang besar.

Chelsea lolos ke final usai mengeliminasi Eintracht Frankfgurt pada semifinal lewat adu penalti (9/5). Mereka sudah ditunggu Arsenal pada laga pamungkas yang berlangsung di Baku, 29 Mei mendatang.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Henrikh Mkhitaryan Tidak Bisa Main di Final Liga Europa
- Konflik Membuat Mkhitaryan Absen di Final Liga Europa




Ini kali pertama Chelsea lolos ke final Liga Europa sejak 2012/13. Ketika itu, mereka mengalahkan Benfica 2-1 di Amsterdam Arena.

"Lima tahun lalu, ketika saya masih menangani Empoli, jika seseorang mengatakan saya akan bermain di final Liga Europa, saya akan menolak ide itu. Sebab, tujuan saya mencapai final Liga Champions dan mungkin memenangkannya," kata Sarri kepada La Gazzetta dello Sport.


Baca Juga :
- Gebrakan UEFA
- Milan Siap Tak Berkompetisi di Eropa


"Sekarang, jika kami pergi ke Baku pada final dan tidak mengangkat piala, saya akan melihatnya sebagai kekecewaan besar. Banyak pekerjaan yang sia-sia Kami ingin membawa pulang trofi. Meski, lawan Arsenal itu tidak mudah."

Pernyataan pria asal Italia itu beralasan. Hanya Liga Europa 2018/19 yang jadi satu-satunya harapan Chelsea untuk meraih trofi .

Itu karena pada turnamen atau kompetisi lainnya musim ini, mereka bisa dikatakan hancur lebur. Di Liga Primer Inggris menempati urutan tiga, Piala FA tersingkir di babak kelima, dan Piala Liga Inggris harus puas jadi runner-up .

"Jika saya tidak kuat, mereka akan membuat saya kewalahan. Di Inggris, itu benar-benar sulit. Lihat level tim-tim top di Liga Primer Ini merupakan liga terbaik di Eropa dan dunia," Sarri menjawab kekecewaan fan sebelumnya akibat kegagalan Chelsea pada awal musim.

“Sekarang kami berada di final Liga Europa. Mencapai final membangkitkan beberapa emosi, ya, tapi yang saya rasakan di Napoli tidak akan pernah terulang. Jika kami memenangkan Liga Europa, saya mungkin bisa merasakan sensasi itu, tetapi kemenangan ini tetap memberi saya respons emosional yang kuat."***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news