TOP OPINI FOOTBALL
Mempertanyakan Allegri
11 Mei 2019 04:05 WIB
berita
KETIKA sepak bola di Eropa dipenuhi dengan drama dan ketegangan dari sisi teknik, Italia justru ramai dengan isu pergantian pelatih, gaji, dan pembelian pemain. Ini seperti sebuah situasi yang lebih maju tapi faktanya sebuah kemunduran. Juventus contohnya. Tiba-tiba muncul isu tentang masa depan Massimiliano Allegri. Pastinya para tifosi tidak tahu mengenai masa depan Allegri di Juve dan mereka ingin selalu berterima kasih atas semua piala yang diberikan Allegri kepada Juve.

Juve sebenarnya tetap memberi kepercayaan penuh kepada Max—panggilan Allegri. Meski sang pelatih gagal membawa Juventus meraih gelar Liga Champions. Karena itu banyak yang berpikir masa depan Allegri masih terbuka. Namun, yang menjadi persoalan adalah komitmen Allegri. Dia seperti sosok yang justru mendorong dirinya untuk pergi meninggalkan calcio. Meninggalkan Juventus dan melirik peluang lain, di Paris. Mungkin ada masalah teknik dan ekonomi: Allegri menginginkan peningkatan gaji dan memiliki lebih banyak pengaruh untuk menentukan langkah klub di dalam mercato.


Baca Juga :
- Guardiola Kolektor Gelar
- Akhir Generasi 1980-an




Mungkin semua akan ditentukan di akhir musim ini. Pastinya setelah kekalahan di putaran pertama melawan Atletico Madrid, suasananya berubah dan Allegri tidak lagi merasa dipercayai seperti sebelumnya. Oleh karena itu tidak tertutup kemungkinan Allegri memutuskan untuk pergi, hanya ingin tetap tinggal dengan kondisi tertentu: menginginkan gaji sebagai pelatih bintang dan menentukan langkah klub di dalam mercato karena menurut Allegri tim Juve butuh dua pemain bek, satu pemain lapangan tengah (selain Ramsey) dan seorang penyerang.

Saat ini Allegri masih menunggu dan tidak berniat melakukan langkah pertama. Dari pihak klub memang ada keinginan untuk melanjutkan petualangan bersama Allegri dan menyusun rencana masa depan. Sementara perpanjangan kontrak selama tiga tahun tidak berada dalam rencana klub. Juventus masih sangat terikat dengan Allegri dan perpisahan bukanlah pilihan yang tepat. Dengan kepergian Allegri, akan memberikan efek terhadap kekuatan Juventus. Karena klub ini dalam masa atau fase transisi, membutuhkan regenerasi. Semua itu, Allegri lebih mengetahui.


Baca Juga :
- Siapa yang Tepat untuk Madrid?
- De Rossi Tidak Mau Berhenti


Inilah yang menarik dari Calcio. Namun, pekan ini adalah pekannya Liga Primer. Liga Primer kini adalah kompetisi terelite di Eropa. Selain karena menyapu bersih empat slot final di Liga Champions dan Liga Europa, Inggris jadi satu-satunya liga yang belum menentukan tim juara ketika kompetisi menyisakan satu pertandingan.

Hingga jelang pekan ke-38 atau pekan terakhir, Man. City masih di puncak klasemen dengan koleksi 95 poin, unggul satu poin dari Liverpool di posisi dua. Alhasil, tim juara baru ditentukan di pekan terakhir. Bandingkan dengan empat kompetisi besar Eropa lainnya. Spanyol, Jerman, Italia, dan Prancis? Prancis (Paris Saint-Germain) dan Italia (Juventus) sudah menemukan tim juara ketika kompetisi masih menyisakan lima pertandingan.

Sementara di Spanyol, Barcelona menjadi yang terbaik ketika mereka masih melakoni tiga pertandingan. Meski demikian, Bundesliga pantas menjadi yang kedua terbaik. Bayern Muenchen dan Borussia Dortmund masih bersaing. Begitu juga dengan Liga Belanda antara Ajax Amsterdam dan PSV Eindhoven. Meski demikian, dari liga besar, Italia, Spanyol, dan Inggris, faktanya Inggris yang paling ketat dan menarik.*
 

n
Penulis
nana sumarna
news