LIGA 1
INFOGRAFIS: Bali United Salah Satu Favorit Juara
11 Mei 2019 14:10 WIB
berita
Stefano Lilipaly - TopSkor/Sri Nugroho
GIANYAR - Kompetisi Liga 1 2019 akan segera bergulir mulai Rabu (15/5) mendatang. Dari 18 kontestan musim ini, tidak dapat dipungkiri jika Bali United menjadi salah satu yang difavoritkan untuk dapat berbicara banyak. Skuat mentereng Serdadu Tridatu cukup menegaskan bahwa tim ini bakal menjadi salah satu tim yang patut dikedepankan untuk dapat tampil sebagai jawara.

Lihat saja komposisi skuat musim 2019 ini yang berkilau dengan tebaran pemain level bintang. Dari pos pelatih, musim ini ada sosok Stefano Cugurra yang menjadi nakhoda tim Bali United. Nama pelatih dengan panggilan akrab Teco ini tentunya sudah sangat familiar. Dia menjadi salah satu pelatih papan atas di kompetisi Tanah Air.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Kesempatan Terakhir Generasi Emas Kolombia
- INFOGRAFIS: Hasil Latihan Keras dan Uji Coba Persib




Musim 2017, menjadi pembuktian kualitas Teco. Bagaimana tidak, pelatih asal Brasil ini mampu membawa timnya saat itu, Persija Jakarta tampil sebagai kampiun pada gelaran Liga 1 2018.

Dan musim 2019 ini, tantangan barunya di Bali United diharapkan benar oleh Semeton Dewata dapat mengulang prestasi emas bersama Persija musim 2018 silam. Bukan misi yang mustahil memang. Deretan pemain kualitas satu yang menghuni pasukan Bali United musim 2019 sangat menunjang.


Baca Juga :
- INFOGRAFIS: Prediksi Timnas Indonesia Vs Vanuatu
- INFOGRAFIS: Preview MotoGP Katalunya


Dari sektor penjaga gawang, ada empat kiper yang menghiasi skuat musim ini. Wawan “Spiderwan” Hendrawan, Samuel Reimas, dan dua anak muda Dicky Indriyana dan Rakasurya akan menjaga gawang tim yang baru berusia empat tahun ini.

Dua nama pertama tentu bakal menjadi andalan Bali United untuk dapat menghalau bola yang ditujukan ke gawang tim. Bergeser ke lini pertahanan, sederet bek tangguh menjadi andalan tim dengan warna kebesaran merah-hitam.

Ada Andhika Wijaya, Agus Nova, Ricky Fajrin, Dias Angga Putra dan enam pemain belakang anyar musim 2019 juga dalam kondisi siap tempur. Enam bek yang dimaksud adalah bek jangkung asal Brasil, Willian Pacheco, Gunawan Dwi Cahyo, Haudi Abdillah, Leonard Tupamahu, Gusti Sandria serta Michael Orah.

Enam bek anyar kenyang pengalaman ini didatangkan setelah evaluasi musim 2018 di mana pertahanan Bali United terbilang buruk. Dengan kebobolan 48 gol dari 34 laga menjadikan Bali United salah satu tim yang paling banyak kemasukan gol. Dampaknya, Irfan Bachdim dan kawan-kawan kala itu harus puas ada di peringkat ke-11 klasemen akhir.

 Di lini tengah, taburan pemain berlabel bintang juga tak kalah gemerlap. Brwa Nouri (Irak), Fadil Sausu, Taufiq, Paulo Sergio hingga “wonder kid” Fahmi Al Ayyubi akan menjadi motor di lini tengah.

Ini belum termasuk pemain yang dikategorikan pelapis kelas satu macam Sutanto Tan, Miftahul Hamdi hingga Yabes Roni Malaifani. Deretan pemain ini tentu tidak akan membuat Teco pusing jika ada salah satu diantara mereka absen nanti.
Makin menyilaukan saat melihat deretan pemain di lini serang. Stefano Lilipaly, Irfan Bachdim, Melvin Platje, Ilija Spasojevic hingga bintang muda Hanis Saghara adalah jaminan kualitas nomor wahid.

Melihat komposisi ini, tidak ada yang dapat menyangkal jika Bali United adalah salah satu tim yang bakal diwaspadai ekstra oleh para kompetitor. PSM Makassar, Persija Jakarta, Arema FC, Persib Bandung hingga Bhayangkara FC diprediksi bakal menjadi kompetitor sengit untuk bersaing di level elit.

Menanggapi kondisi ini, CEO Bali United, Yabes Tanuri ternyata tak mau memasang target tinggi sebagai juara. “Kami tak mau membebani pemain dengan target juara. Namun untuk target papan atas itu sudah tentu,” kata Yabes Tanuri.

Dengan fokus penampilan hanya di Liga 1 2019 dan tidak terbebani ajang lainnya, papan atas menjadi posisi yang pantas untuk Bali United di akhir musim nanti. Yabes juga mengatakan bahwa musim ini semestinya Bali United bisa mencapai prestasi yang lebih baik dibanding musim 2018.

Di sisi lain, Teco juga sadar timnya bakal menjadi salah satu sorotan musim ini. Siapapun yang menghadapi Bali United akan memiliki motivasi lebih untuk dapat unggul di hasil akhir laga. “Kami harus kerja keras untuk dapat memenuhi keinginan manajemen dan suporter. Namun juga harus tetap respek pada semua lawan,” ucap Teco.

Tantangan besar akan langsung dihadapi Bali United pada dua laga awal yang digelar di kandang. Bukan hanya karena Bali United harus menjamu Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar pada Kamis (16/5) dan Selasa (21/5) mendatang. Pasalnya dua laga itu akan digelar tanpa kehadiran penonton akibat sanksi dari Komdis PSSI yang didapat dari musim 2018 lalu.

Sebuah modal start yang tidak mengenakkan tentunya. Namun dengan tekad kuat untuk sapu bersih di dua laga kandang, semestinya Ricky Fajrin dan kawan-kawan tidak boleh terpengaruh meski berlaga tanpa dukungan suporter langsung di dalam stadion.*Sri Nugroho
 

n
Penulis
nana sumarna
news