UMUM
PSSI Janji Jatuhkan Hukuman Buat Wasit PSM Vs Bhayangkara FC
05 May 2019 07:07 WIB
berita
JAKARTA - Protes keras yang disampaikan Bhayangkara FC langsung dapat respons dari PSSI. Protes ini terkait keputusan wasit Nusur Fadillah dalam pertandingan Bhayangkara vs PSM, dalam perempat final leg kedua Piala Indonesia, beberapa hari kemarin.

Dalam laga itu Nusur Fadillah tidak mengesahkan momen bola yang sudah melewati garis gawang, hasil tendangan bebas Anderson Salles. Bola tembakan yang menerpa mistar gawang dan memantul ke dalam serta melewati garis gawang, tidak dianggap gol.


Baca Juga :
- Dzumafo dan Kebangkitan Pasukan Munster Akhiri Paceklik Bhayangkara FC
- Update Klasemen Liga 1 2019, Rabu Malam




Bahkan saat para pemain Bhayangkara FC masih melakukan protes, bola dijalankan skuat PSM dan terjadi serangan balik, kemudian gol. Wasit pun mengesahkan gol PSM itu.

Usai pertandingan manajer Bhayangkara FC, Sumardji, menyebut wasit yang memimpin pertandingan tidak adil. Bahkan cenderung sudah diatur, dipesan.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Rabu 18 September
- PSM Main 10 Orang, Perseru BL Hanya Bisa Imbang


Bhayangkara FC meminta PSSI menghukum wasit itu dengan skors seumur hidup. Mereka juga meminta Satgas Anti Mafia Bola menyelidiki kemungkinan pertandingan sudah diatur.

Merespons hal ini PSSI berjanji menginvestigasi pertandingan itu. Berbicara lewat Anggota Komite Wasit PSSI, Purwanto, wasit dan perangkat pertandingan yang bertugas segera dipanggil.

“Kami akan mengumpulkan laporan teknis dari penilai wasit (referee assessor PSSI) dan dari wasit serta asisten wasit itu sendiri. Kita akan analisa kondisi kesehatan dan kebugarannya, penerapan pasal-pasal permainan, pengambilan keputusan selama pertandingan dan cara mereka membaca situasi pertandingan,” kata Purwanto.

Ditambahkan Purwanto, PSSI nanti turut mengirim rekaman pertandingan ke Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA). Selama ini JFA menjadi mitra PSSI dalam melakukan penilaian terhadap kinerja perangkat pertandingan.

“Dalam pertandingan PSM Makassar vs Bhayangkara, secara khusus kami akan mendalami dugaan pelanggaran peraturan permainan pasal 10 dan pasal 12,” ujar Purwanto.

PSSI menjanjikan kalau memang perangkat pertandingan menyalahi pasal permainan, mereka tidak akan bertugas lagi di Piala Indonesia. Termasuk evaluasi tidak ditugaskan memimpin Liga 1. 

"Bahkan kalau kesalahan yang dilakukan sangat mendasar, penugasan mereka bisa didegradasi ke Liga 2," begitu pernyataan PSSI dari websitenya.*

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news