UMUM
Bukan SEA Games 2019, tapi Olimpiade 2020 yang Jadi Tujuan Utama
04 May 2019 22:13 WIB
berita
Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi melakukan MoU dengan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
JAKARTA – SEA Games 2019 tinggal menghitung bulan. Tepatnya, berlangsung pada 30 November hingga 11 Desember mendatang.

Namun, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) justru lebih memfokuskan pada event yang lebih akbar. Yaitu, Olimpiade 2020 yang diselenggarakan di Tokyo pada 24 Juli hingga 9 Agustus 2020.




Baca Juga :
- Prestasi 28 Tahun Lalu Tinggal Kenangan, Target Dua Emas Anggar Cukup Berat
- Tularkan Semangat Juang, Maria Lawalata Gelar Run 10 KM




Demikian ditegaskan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi terkait program atlet ke depan. Terutama, mengingat Indonesia baru saja meraih kesuksesan prestasi dan penyelenggaraan dalam Asian Games 2018.

“Kami sudah melapor kepada Presiden Joko Widodo. Partisipasi kontingen Indonesia di SEA Games 2019 hanya sementara. Namun, proyeksi yang sebenarnya menuju Olimpiade 2020,” kata Imam usai melakukan nota kesepahaman dengan BPJS Ketenagakerjaan di Media Center Kemenpora, Jumat (3/5).


Baca Juga :
- Kontingen Indonesia Berkekuatan 589 Atlet dari 40 Cabor di SEA Games 2019
- Menaker Hanif Dhakiri Ditunjuk Sebagai Plt Menpora


Dalam kesempatan itu, Imam bangga dengan kerja sama tersebut. Sebab, membuat atlet dan ofisial mendapat perlindungan dalam berjuang demi mengharumkan negeri.

Turut hadir Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto. Menurutnya, kerja sama ini akan semakin banyak pada masa mendatang.

Apalagi, mengingat ke depannya, sudah menunggu berbagai event akbar. Setelah SEA Games 2019, ada Olimpiade 2020 yang berlanjut dengan Asian Games 2022 di Hangzhou, Cina.

“Untuk target (di SEA Games 2019) tetap tiga besar. Harus berjuang juga,” Imam menjelaskan.

“(Komposisi) ya 60 persen junior. Ini untuk menambah jam terbang mereka Nanti, PB (Pengurus Besar/induk olahraga) yang akan melaporkan evaluasinya. Kami juga akan memfokuskan cabor-cabor yang berpeluang merebut medali.”

Olimpiade 2020 memang masih lama, alias lebih dari setahun mendatang. Namun, beberapa cabor sudah melakukan kualifikasi, termasuk bulu tangkis dengan New Zealand Open 2019 sebagai pengumpulan poin menuju Tokyo.***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87