TOP OPINI FOOTBALL
Sepak Bola Indonesia, Perbaiki Lapangan Dulu, Baru Bicara Prestasi
26 April 2019 15:00 WIB
berita
Foto - Istimewa
JAKARTA - Indonesia sebagai negara besar ternyata tidak berbanding lurus dengan prestasi di sepak bola. Dengan jumlah penduduk lebih dari 250 juta, prestasi terbaik sejauh ini hanya medali emas di SEA Games.

Tidak heran bila keprihatinan muncul dari berbagai pihak. Bagaimana mungkin Indonesia dengan jumlah penduduk ratusan juta, tapi tidak mampu memiliki 11 pemain yang bisa membawa Timnas meraih prestasi internasional.


Baca Juga :
- Sepak Bola Vietnam Protes Tak Diunggulkan di SEA Games Filipina
- Demi Uang, Pemain Italia Ini Jadi Bintang Film Porno




Sejatinya kritik itu baik, tapi membandingkan jumlah penduduk Indonesia yang banyak dengan kebutuhan 11 pemain andal, barangkali kurang pas. Karena pemain andal tidak didapat dari langit. Tapi lewat proses pembinaan berjenjang dan ketersediaan sarana dan prasarana yang sesuai standar.

Ahmed Faisal atau biasa dipanggil Mehdi, pemerhati sepak bola nasional, melihat ketersediaan sarana dan prasarana menjadi titik paling berat dalam upaya melakukan pembinaan pemain. Hal itu dirasakannya setelah melihat bagaimana proses negara lain dalam melakukan pembinaan.


Baca Juga :
- Bina Taruna Awali Piala Sumpah Pemuda dengan Kemenangan Telak
- Sepak Bola Tak Dipertandingkan, Indonesia Kehilangan Peluang Medali Emas


“Saya tidak berhenti belajar untuk melihat apa yang terjadi di Indonesia. Masalahnya ada di sarana dan prasarana. Harus segera dibuatkan lapangan latihan dan lapangan permainan yang layak, sehingga berkualitas untuk latihan dan bertanding,” kata Mehdi.

“Kita lihat di negara tetangga sudah banyak yang baik. Kalau sarana dan prasarana itu sudah baik, baru kita bicarakan hal lain,” ia menambahkan.

Menurut Mehdi pemain layak mendapatkan hospitality seperti itu. Pasalnya lapangan yang bagus menjadi cikal bakal untuk membentuk karakter pemain itu sendiri. Jadi tidak perlu menjadi orang lain, kalau hanya ingin menjadi juara tingkat ASEAN. 

“Sarana dan prasarana yang baik dan berkualitas, sudah pasti berhubungan dengan prestasi. Apabila sarana dan prasarana bagus, tentu latihan akan maksimal dan bersih dari sisi negatif,” ujar Mehdi.

“Mulai Malaysia, Singapura, Turki, Jepang, sampai ke Australia, saya melihat mereka semua sudah sangat layak,” tutur Mehdi.*

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news