ONE CHAMPIONSHIP
Kartini Inspirasi Dua Petarung Indonesia Ini
22 April 2019 14:50 WIB
berita
JAKARTA - Pahlawan nasional wanita Indonesia, R. A. Kartini, telah memberikan inspirasi untuk tiap perempuan di negara ini, tak terkecuali bagi dua atlet One Championship  kebanggaan negara ini di dunia mixed martial arts (MMA) global.

Kartini, yang memperjuangkan pendidikan bagi anak perempuan dan kesetaraan gender, mungkin tidak dapat melihat hasil yang dinikmati oleh banyak wanita Indonesia. Tetapi ia mendapatkan kehormatan sebagai seorang pahlawan emansipasi, dimana hari kelahirannya diperingati sebagai Hari Kartini.


Baca Juga :
- Kevin Belingon Ingin Akhiri Rivalitas dengan Bibiano Fernandes 
- Sunoto Bertekad Menuai Sukses di Negeri Matahari Terbit Demi Keluarga




Menurut Priscilla"Thathie" Hertati Lumban Gaol, apa yang dinikmatinya sebagai atlet saat ini tak lepas dari perjuangan dimasa lampau, terutama yang dilakukan oleh seorang Kartini – yang lahir pada tanggal 21 April 1879.

“Sosok Kartini dimata saya adalah seorang pejuang emansipasi wanita dan inspirasi bagi wanita Indonesia,” tegas Priscilla, yang saat ini menikmati kesempatan dan kebebasan untuk meraih mimpi di berbagai jalur karir.


Baca Juga :
- Aung La N Sang Tak Gentar Hadapi Kebesaran Nama Brandon Vera
- Petarung MMA Indonesia Terapkan Demokrasi dalam Kehidupan Sehari-hari


Pada akhirnya, “Thathie” pun mantap memilih jalur bela diri – sebuah olahraga yang didominasi pria.

“Perjuangan beliau sudah menghasilkan kebebasan bagi perempuan untuk memilih dan berkembang,” tambah atlet berusia 30 tahun yang mengagumi sosok Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti sebagai Kartini era modern ini.

Priscilla akan kembali membawa bendera Indonesia dalam ajang ONE: FOR HONOR di Jakarta pada 3 Mei nanti – untuk naik peringkat dalam divisi atomweight.

Sepanjang tahun 2018, dia memenangkan lima dari enam laga yang dilakoni, yang sekaligus membuatnya menjadi atlet tersibuk sepanjang tahun lalu.

Meski demikian, perjalananya menuju karir yang gemilang tidak diraih dengan mudah. Mantan atlet Wushu yang telah memberikan medali bagi Indonesia ini sempat terhambat karena orang tuanya tidak memberikan restu baginya.

“Diterima dan didukungnya saya sebagai seorang atlet MMA [Mixed Martial Arts] oleh orang tua dan keluarga adalah peristiwa yang tidak dapat saya lupakan,” katanya.

“Itu adalah salah satu kejadian paling emosional bagi saya.”

Selain itu, Kartini yang lahir di Jepara juga menjadi sosok istimewa di hati Dwi Ani Retno Wulan, atlet asal Rembang, Jawa Tengah.

Tanah kelahirannya itu adalah daerah yang menjadi lokasi peristirahatan terakhir bagi sang pejuang emansipasi wanita Indonesia ini.

“Beliau menginspirasi saya untuk tidak pernah menyerah. Saya tidak pernah merasa malu ketika saya kalah dalam suatu pertandingan. Itu artinya saya harus lebih keras berjuang,” tutur atlet berusia 20 tahun ini.

Perjuangan Kartini kini telah banyak menginspirasi warga di Jawa Tengah. Dalam ajang bela diri, banyak perempuan yang kini aktif dalam olahraga kickboxing, Taekwondo maupun Muay Thai.

Di hari Kartini ini, diapun mengambil kesempatan untuk berterimakasih pada ibunya, sosok perempuan yang merupakan Kartini di era modern bagi dirinya.

“Beliau wanita yang berjuang untuk saya Dan untuk anak-anaknya tanpa pamrih, tanpa mengenal lelah dan tanpa sedikitpun mengeluh hingga anaknya berhasil,” katanya.

“Ibu adalah kartiniku, pahlawanku yang menyemangati setiap untuk bangkit dan tidak takut gagal.”

news
Penulis
Suryansyah
news