TOP FEATURE FOOTBALL
Gadget Musuh Terbesar Pesepak Bola
22 April 2019 12:25 WIB
berita
Fakhri Husaini (kanan) - TopSkor/Ady Sesotya
SOSOK Fakhri Husaini dikenal tegas sebagai pelatih. Namun pembawaannya yang kebapakan, membuat pemain yang diasuhnya tetap merasa nyaman. Sekalipun pemain itu harus mengikuti segala aturan yang dibuatnya demi keberhasilan tim.

Salah satunya terkait penggunaan gadget atau gawai oleh para pemainnya. Ia tak melarang pemain menggunakan telepon genggam (handphone) dan aktif di media sosial (medsos). Meski begitu, Fakhri meminta pemainnya lebih bisa mengatur waktu saat beraktivitas dengan telepon genggam. Salah-salah, itu akan berefek pada psikologi dan perkembangan mereka sebagai calon pemain masa depan Indonesia.


Baca Juga :
- Tyler Rix : Pilih Saksofon
- Jimmy Bullard : Beralih ke Golf




Sebagai contoh, Fakhri sangat membatasi pemain dalam penggunaan gadget saat tim tampil dalam Piala AFC U-16 2018 lalu. Pemain hanya diperbolehkan memegang telepon genggam dua sampai tiga jam sehari. Ini supaya pemain bisa fokus dan tidak terganggu dengan hal-hal yang bisa berakibat buruk bagi pribadi maupun tim.

“Ini selalu saya sampaikan kepada semua pemain-pemain muda.  Pintar-pintarlah menggunakan handphone. Karena itu musuh terbesarnya pemain muda,” kata Fakhri. di sela-sela menghadiri Final Liga Hansaplast TopSkor (LHTS) U-13 di lapangan Universitas Trisakti, Nagrak, Ciangsana, Bogor, Minggu (21/4). Pria kelahiran Lhokseumawe itu, bahkan menyebut handphone juga musuh terbesar para orangtua dan pelatih.


Baca Juga :
- Satu Jam Sebelum “Perang”, Aremania saling sanjung dengan Slemania
- Clint Dempsey : Pilih Hip Hop


“Saya yakin semua pemain dalam Liga TopSkor punya hp (handphone), pasti diberikan oleh orangtuanya. Nah hp ini, harus pintar dalam mengelola pemakaiannya dan tetap dalam pengawasan orangtua. Jangan sampai, waktu istirahat habis hanya gara-gara terlalu banyak beraktivitas di media sosial atau main gim. Tapi hp harus digunakan untuk hal-hal  yang bermanfaat di dunia sepak bola.”

Pelatih timnas U-16 Bima Sakti pun sependapat dengan Fakhri soal bagaimana menjaga bibit-bibit muda ini agar bisa terus berkembang dan menjadi pemain yang berhasil. Yakni, pemain muda Indonesia harus lebih bijak dalam menggunakan gadget, khususnya di era modern saat ini.

“Penggunaan handphone bagi pemain-pemain usia dini itu sangat mempengaruhi perkembangan mereka. Jika tidak bijak dan diberikan pemahaman yang benar terkait  penggunaannya, itu akan berpengaruh besar pada performa dan psikologis anak-anak. Terlebih bagi calon atlet seperti pemain bola. Jadi pesan saya harus berhati-hatilah dengan hp,” kata Bima.

Ini berbanding lurus dengan sebuah penelitian yang membuktikan, bahwa membiarkan anak bersinggungan dengan teknologi terlalu dini bisa berdampak buruk pada perkembangan seorang anak.
Bahkan, salah satu orang terkaya di dunia Bill Gates, menerapkan aturan khusus penggunaan gadget bagi anak-anaknya. Salah satunya, Bill Gates, tidak membolehkan anak-anaknya memiliki handphone sebelum usia mereka 14 tahun.

Ada beberapa efek buruk yang ditimbulkan jika memberikan kebebasan kepada anak dalam memakai gadget. Di antaranya, mempengaruhi perkembangan otak anak dan membuat anak malas bergerak, sehingga sistem motoriknya lamban untuk berkembang. Tentu hal ini sangat bertolak belakang dengan tipikal pesepak bola muda modern, yang dituntut banyak bergerak dan berpikir cepat.*Furqon Al Fauzi


 

n
Penulis
nana sumarna
news