news
BULUTANGKIS
Juara All England 2019 dan 2 Kali Runner-up, Jadi Bukti Hendra/Ahsan Sangat Konsisten
18 April 2019 22:36 WIB
berita
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan tergolong konsisten pada tahun ini dengan meraih gelar pada All England 2019 dan dua kali runner-up. (Foto: Dokumentasi PBSI)
JAKARTA – Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan memang gagal menjuarai Singapore Open 2019. Itu akibat dikalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda pada final (14/7) 13-21, 21-19, 17-21.

Hasil tersebut membuat Hendra/Ahsan tidak mampu mempertahankan gelar tahun lalu. Meski begitu, lolos ke final sudah sangat bagus bagi mereka.




Baca Juga :
- Faktor Kebugaran Jadi Kunci Kekalahan Hendra/Ahsan
- Komentar Hendra/Ahsan Usai Tersingkir dari Fuzhou Open 2019




Terutama mengingat Hendra/Ahsan jadi satu-satunya wakil Indonesia yang bertahan pada turnamen dengan level Super 500 tersebut. Bisa dipahami mengingat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sebagai unggulan pertama sudah dihentikan Kamura/Sonoda di semifinal setelah sebelumnya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto gugur di perempat final.

Fakta itu diakui Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi. Meski statusnya sebagai pemain profesional, Hendra/Ahsan tetap mendapat bimbingan dari pria yang akrab disapa Coach Naga Api itu baik saat latihan di Cipayung maupun pertandingan.


Baca Juga :
- Sering Bertemu Lawan di Babak Pertama Fuzhou Open, Hendra/Ahsan Akui Sudah Kenal Gaya Permainan
- Jelang Turnamen Fuzhou Open 2019, Hendra/Ahsan Fokus Jaga Kondisi


“Hendra/Ahsan cukup konsisten dan stabil. Kalau mereka ke semifinal, final, itu berarti cukup konsisten. Namun, tetap harus dievaluasi kekurangan dan kelebihannya,” kata Herry dalam rilis PBSI.

“Sebab, kalau berada di peringkat 10 besar, sudah saling mengalahkan. Terutama, pada lima besar dengan saling mengalahkan seperti biasa. Saat bertanding, siapa yang paling siap, itu yang memungkinkan untuk menang. Dan, siapa yang bisa memanfaatkan menang atau kalah angin. Sebab, hampir semua lapangan pertandingan di Asia, masalahnya di situ.”

Dalam ranking yang dirilis Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) per 16 April lalu, Hendra/Ahsan menempati peringkat empat. Alias, dalam daftar wakil Indonesia hanya di bawah Kevin/Marcus yang masih kokoh di puncak tapi mengungguli Fajar/Rian (lima).

Apalagi, mengingat Hendra/Ahsan jadi satu-satunya wakil Indonesia yang menjuarai turnamen level Super 1000 pada All England 2019 diikuti dua kali runner-up. Sementara, Kevin/Marcus juara dua kali tahun ini tapi hanya Super 500 (Malaysia Masters 2019 dan Indonesia Masters 2019) serta Fajar/Rian di Super 300 (Swiss Open 2019).

“Yang harus dihindari itu bertemu di delapan besar terus. Kalau rankingnya naik kan bisa bertemu (unggulan) pada semifinal atau final. Kalau rankingnya terlalu jauh, bertemu di babak delapan besar, babak awal, yang selama ini terjadi kan begitu. Jadi, menghindari pertemuan pada awal-awal turnamen,” Herry, mengungkapkan.

“Kalau pengaturan hasil pertandingan, tidak ada. Mereka (Hendra/Ahsan dan ganda putra Indonesia lainnya) selalu figtht .Prize money-nya kan masing-masing, ha ha ha.”

Setelah pekan ini libur, trisula ganda putra Indonesia itu akan kembali pada Badminton Asia Championships (BAC) 2019 yang berlangsung di Wuhan, Cina, pada 23-28 April mendatang. Rencananya, mereka akan berangkat pada Sabtu (20/4) ini.***


Pencapaian Hendra/Ahsan Sepanjang 2019
Malaysia Masters 2019 (Super 500): Babak Kedua
Indonesia Masters 2019 (Super 500): Runner-up
All England 2019 (Super 1000): JUARA
Swiss Open 2019
(Super 300): Perempat Final
Malaysia Open 2019 (Super 750): Perempat Final
Singapore Open 2019 (Super 500): Runner-up
 

loading...
news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news
news