ONE CHAMPIONSHIP
Rudy "The Golden Boy" Agustian Siap Berlaga di ONE: FOR HONOR
18 April 2019 18:32 WIB
berita
Rudy “The Golden Boy” Agustian memiliki dasar Muay Thai yang mumpuni sejak 2010
JAKARTA - Jakarta kembali bersiap untuk menjadi tuan rumah mixed martial arts (MMA) kelas dunia. ONE: FOR HONOR, akan digelar di Istora Senayan, 3 Mei nanti, menampilkan dua juara dunia Muay Thai dalam divisi flyweight yaitu Sam-A Gaiyanghadao dan Jonathan Haggerty.

Gelaran ini juga menampilkan atlet kebanggan Jepang, Yushin Okami, yang akan menjalani pertandingan debutnya di ONE; mantan juara dunia ONE Featherweight Marat Gafuvrov; Juara Dunia Muay Thai Yodpanomrung Jitmuangnon; serta petarung wanita kebanggaan Indonesia, Priscilla “Thatie” Hertati Lumban Gaol.


Baca Juga :
- Mantan Striker Celtic Ini Bikin Pelatih Persebaya Pusing Tujuh Keliling
- Tinggalkan Bogor, Cristian Gonzales dan Kawan-kawan Fokus hadapi Timnas U-22




Atlet Indonesia lainnya yang akan tampil adalah Rudy “The Golden Boy” Agustian. Petarung berusia 33 tahun ini memiliki dasar Muay Thai yang mumpuni sejak 2010, dimana ia menjadi juara nasional dan mewakili Indonesia di kejuaraan dunia WMF di Bangkok, Thailand.

Sejak bergabung secara resmi pada 2018 dengan ONE, Rudy membuktikan bahwa ia mampu terus meningkatkan catatan prestasinya di dunia olahraga bela diri.


Baca Juga :
- Kiper Arema Punya Koki Cantik yang Membuatnya Betah di Rumah
- Van Dijk Peringatkan Man-City, Tak Ada Garansi Trofi di Akhir Kompetisi


Kemenangannya dalam laga Februari lalu semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu petarung tertangguh Indonesia. Ia atlet yang memberikan kemenangan pertama dan satu-satunya atlet Indonesia lainnya yang melawan petarung asing tahun ini.

Dalam laga di Singapura itu, atlet divisi flyweight ini berhasil menang melalui submission melawan atlet Kamboja, Khon Sichan, dengan kuncian maut lepas menit ketiga ronde pertama.

Rekor itu sekaligus tercatat sebagai kemenangan tercepat “The Golden Boy” sejauh ini di kancah ONE Championship.

Kali ini, Rudy akan menghadapi Chan Rotana, atlet Kamboja yang mempelajari berbagai seni bela diri sejak usia sangat muda di bawah bimbingan ayahnya, yang merupakan salah satu master dari Yutakhun Khom, seni bela diri kuno asal Khmer.

“Setelah saya menang melawan Khon Sichan di laga ONE: CALL TO GREATNESS pada Februari lalu, saya terus aktif latihan. Begitu mendapat tawaran untuk fight bulan Mei nanti, saya pun lebih memfokuskan pengembangan di semua lini,” kata Rudy.

Kembali bertanding di ‘rumah sendiri’ tentu membawa tekanan tersendiri bagi para atlet ONE asal Indonesia, tak terkecuali bagi Rudy.

“Pertama kali menjadi tuan rumah, beban buat saya adalah harus tampil maksimal dan harus menang. Ini semua saya lakukan demi Indonesia, selain demi para pendukung atau bahkan para haters; yang juga menjadi motivasi pribadi bagi saya,” tambah atlet kebanggaan Provinsi Banten ini lagi.

Jelang laga di Jakarta, “The Golden Boy” tentu sudah melakukan observasi atas calon lawannya.

“Ia salah satu petarung terbaik Kamboja. He is a great striker dengan stamina yang juga baik. Ia cukup handal dalam submission defense dan memiliki scrambling yang baik saat berada di posisi bawah dalam sebuah pertarungan,” sebut Rudy.

“Tapi jangan khawatir, karena lawan dia di Jakarta kali ini adalah ‘The Golden Boy’.”

Sementara itu, lawannya Chan adalah atlet yang mulai berkompetisi secara profesional sejak usia 17 tahun, dengan catatan prestasi yang sangat mengagumkan serta sabuk hitam Taekwondo yang ia miliki.

Pada 2014, ia beralih ke seni bela diri campuran (MMA) dan mencoba bergabung dengan ONE Championship; untuk kemudian terus meningkatkan prestasi melalui gaya striking khas yang sangat bertenaga dan dinamis.

news
Penulis
Suryansyah
news