news
BULUTANGKIS
Ini Kata Coach Naga Api Terkait Paceklik Gelar di Malaysia dan Singapura
18 April 2019 14:36 WIB
berita
Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi saat memberi pengarahan kepada Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan disela-sela pertandingan Swiss Open 2019. (Foto: Dokumentasi PBSI)
JAKARTA – Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI Herry Iman Pierngadi buka suara terkait kegagalan meraih gelar pada dua turnamen Asia Tenggara. Itu terjadi pada Malaysia Open 2019 yang menyandang level Super 750 dan Singapore Open 2019 (Super 500).

Dalam periode itu, pencapaian tertinggi diraih Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang menembus final Singapore Open 2019. Hanya, pasangan yang akrab disapa The Daddies ini gagal mempertahankan gelar akibat dikalahkan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda.




Baca Juga :
- Praveen/Melati Takkan Remehkan Ganda Prancis di Perempat Final Indonesia Masters
- Fajar/Rian Belum Puas Diri Usai Juara Korea Open 2019




Pada semifinal, ganda putra Jepang itu juga sukses mengeliminasi nomor satu dunia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. Bahkan, sepekan sebelumnya di Malaysia Open 2019, lagi-lagi Kamura/Sonoda menyingkirkan wakil Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada semifinal.

“Hasilnya memang kurang bagus. Namun, ada satu kemajuan. ‘Pecah Telur’ kalau bahasa saya untuk Fajar/Rian saat mengalahkan Kevin/Marcus pada perempat final Malaysia Open 2019,” kata Herry seperti dikutip dari rilis PBSI.


Baca Juga :
- Bertemu Pasangan Jepang di Final Korea Open 2019, Fajar/Rian: Mereka Ulet
- Kalahkan Rival Minions, Fajar/Rian Melangkah ke Final Korea Open 2019


“Mereka bisa menang atas Kevin/Marcus. Sebagai pelatih, saya senang. Karena ada kemajuan bagi Fajar/Rian. Sebab, skor pertemuan terakhir, Kevin/Marcus unggul 3-0 atas mereka.”

Pernyataan dari pria yang dijuluki warganet sebagai Coach Naga Api ini beralasan. Sisi positifnya, Fajar/Rian membuat Indonesia punya banyak alternatif selain Kevin/Marcus dan Hendra/Ahsan.

Apalagi, tahun ini ketiganya sama-sama sukses mempersembahkan gelar pada turnamen BWF. Kevin/Marcus meraihnya pada Malaysia Masters 2019 dan Indonesia Masters 2019 (keduanya super 500), Hendra/Ahsan di All England 2019 (Super 1000), dan Fajar/Rian di Swiss Open 2019 (Super 300).

“Fajar/Rian bisa melewati sosok yang merupakan hambatan selama ini. Namun, di sisi lain, setelah perempat final itu, mereka habis-habisan. Ketika menghadapi KamuraSonoda di semifinal, Fajar/Rian sudah habis,” Herry, memberi analisis.

“Maksudnya, yang habis itu ketahanan fokusnya. Konsentrasinya juga dan tahan emosinya. Sebab, saat menang atas Minions (julukan Kevin/Marcus) itu, Faja/rRian belajar dari tiga kekalahan sebelumnya.”

Trisula ganda putra Indonesia ini akan kembali pada Badminton Asia Championships 2019 yang berlangsung di Wuhan, Cina, pada 23-28 April mendatang. Rencananya, mereka akan berangkat pada Minggu (204) ini.***


Pencapaian Wakil Indonesia pada Dua Turnamen Asia Tenggara

Pemain

Malaysia Open 2019 (750)

Singapore Open 2019 (500)

Kevin/Marcus

Perempat Final

Semifinal

Fajar/Rian

Semifinal

Perempat Final

Berry/Herdianto

Babak Pertama

Babak Pertama

Wahyu/Ade

Babak Kedua

Babak Pertama

Hendra/Ahsan

Perempat Final

Runner-up

Angga/Ricky

Babak Pertama

Babak Pertama


 

loading...
news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news
news