UMUM
Salut! Cedera Tak Halangi Aero dan Aqsa untuk Tampil Cemerlang di Amerika Serikat
16 April 2019 13:36 WIB
berita
Aero Sutan Aswar (kanan) berada di podium berkat finis pada posisi tiga raan Internasional P1 Aqua X diikuti adiknya, Aqsa Sutan Aswar, yang menempati urutan empat. (Foto: Dokumentasi IJBA)
JAKARTA – Pejetski andalan Indonesia, Aero Sutan Aswar dan Aqsa Sutan Aswar tampil cemerlang pada Kejuaraan Internasional P1 Aqua X round 1 yang berlangsung13-14 April lalu di Daytona Beach, Florida, Amerika Serikat. Aero dan Aqsa yang terjun pada class Pro R/A Endurance sukses menembus peringkat tiga dan empat.

Sejak Moto 1, persaingan antarpejetski kelas duni ini sangat ketat. Aero dan Aqsa semenjak start saling susul bersama pembalap dunia lainnya. Situasi dan kondisi yang berombak tinggi hingga empat meter membuat kerepotan semua pembalap, bahkan, berpotensi risiko cukup tinggi.

Pada Moto 1 ini, Aero mengalami cedera serius akibat lutut kanannya terhantam ombak. Namun, atlet 24 tahun ini mampu menyelesaikan balapan pada posisi ketiga diikuti Aqsa (enam).


Baca Juga :
- Kendala Mesin Bikin Aero Hanya Finis Posisi 3 dan Aqsa 4
- Jadi Tuan Rumah, Aero dan Aqsa Siap Persembahkan yang Terbaik untuk Indonesia



Atas cedera yang dialami para pembalap, panitia pelaksana menyiapkan fasilitas pemeriksanaan lengkap ke rumah sakit, termasuk untuk Aero. Namun, peraih medali perak Asian Games 2018 ini menolak dibawa ke rumah sakit.

Aero justru meminta ayahnya, Saiful “Fully” Sutan Aswar, yang juga pelatihnya untuk memeriksa dan memberi pertolongan perama kepadanya. Setelah dilakukan terapi khusus, pria kelahiran Jakarta ini merasa lebih baik dan melanjutkan ke Moto 2.

Pada fase inilah, kakak-beradik tersebut membuat strategi seperti biasa dilakukan ketika balapan lain yang membutuhkan kekompakan. Aqsa (peraih medali emas Asian Games 2018) menjaga kakaknya, persis di belakang Aero.

Agar, juga sekaligus mengawasi apabila ada risiko lanjutan dari cedera lututnya. Selanjutnya, saat Moto 2 menyisakan beberapa putaran lagi, Aqsa segera mengambil posisi top speed dengan menyusul pembalap lainnya yang ada di depan hingga finis pada urutan kedua.

Aero persis di belakangnya pada urutan ketiga. Strategi dan perjuangan kakak-beradik tersebut saling bahu membahu untuk mendapatkan point dan posisi terbaik

Memasuki Moto 3, Aqsa dan Aero berjuang dengan gigih. Seluruh pembalap lain pun mengeluarkan segenap kemampuannya demi menyelesaikan keseluruhan balapan agar mendapat poin terbanyak pada penghitungan akhir.

Akhirnya, kedua atlet andalan Indonesia ini berhasil finis di posisi tiga dan empat. Poin keduanya sama, 47-47 Peringkat pertama dan kedua diraih pejetski tuan rumah, Chris MacClugage dan Brian Baldwin.

“Hasilnya cukup baik dan memuaskan karena fighting spirit mereka berdua yang tidak ada down sama sekali. Meski, pada Moto 1 lutut kanan Aero cedera serius akibat dihantam ombak setinggi empat meter,” kata Fully dalam keterangan resmi.

“Begitu juga dengan Aqsa. Dia mengalami ceera pada betis kanan.”

Sosok yang menjabat sebagai Ketua Umum Indonesia Jetsport Boating Association (IJBA) ini bangga dengan semangat dua putranya. Menurutnya, apa yang dilakukan Aero dan Aqsa menegaskan komitmen sebagai atlet untuk mempersembahkan yang terbaik demi Merah-Putih.


Baca Juga :
- Taklukkan Jomitien Beach Pattaya, Aqsa Sutan Aswar Juara Dunia Jetski 2018
- Cari Bibit Muda, IJBA Gelar Kejurnas Jet Ski Talent

“Malamnya saya laukan pengobatan darurat yang sifatnya sementara. Itu karena mereka tidak mau dibawa ke rumah sakit. Berhubung, kalau sudah di rumah sakit pasti tidak diperbolehkan untuk meneruskan lomba,” Fully, menjelaskan.

“Karakter mereka ini tidak gampang menyerah. Dengan spiritnya itu, Aero dan Aqsa mampu mengalahkan rasa sakit.”***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87