TOP FEATURE FOOTBALL
Craddock sang Seniman
15 April 2019 04:15 WIB
berita
GALERI – Jody Craddock di antara deretan hasil karya seninya dalam melukis saat dipamerkan dalam sebuah galeri.
PEMAIN lain memilih membuka restoran, atau bermain film, hingga membuka bengkel khusus mobil-mobil mewah. Mereka adalah pemain bintang yang memiliki modal besar. Tapi, tidak semua mantan pemain punya modal untuk membangun bisnis. Sebagian lainnya justru memilih kata hati dengan mengikuti bakat mereka yang lain. Dan, Jody Craddock salah satunya, yang memilih jalan berbeda, jalan seni, dengan menggoreskan kuas di atas kanvas.

Ya, Craddock adalah seniman alias pelukis. Dia satu di antara sedikit pemain sepak bola yang memiliki bakat alamiah dalam melukis. Setelah bermain di sejumlah klub dalam kariernya, Craddock pun tenggelam dengan bakatnya. Sejumlah hasil karyanya pun mendapat pujian dan dikagumi. Wajah pelatih besar, Bobby Robson, dengan semua ciri khasnya. Lalu ekspresi mantan kapten Chelsea, John Terry, dan legenda Manchester United, David Beckham atau pemain sepak bola lain yang berhasil digambarkan di atas kanvas.


Baca Juga :
- Ali Daei Berkibar dengan Daei Sport
- Sukses Mia lewat Winner Never Quit




Craddock aktor utama mengantar Wolverhampton promosi ke Liga Primer pada 2008/09. Dengan bakat kepemimpinannya, banyak yang menduga dia akan jadi pelatih karismatik. Tapi nyatanya Craddock malah pilih beralih jadi pelukis profesional. Hasil karyanya bahkan sudah dipamerkan dari satu galeri seni ke galeri lain. Tidak jarang pula dia mendapatkan order untuk melukis sejumlah barang sebagai promosi untuk penjualan sebuah perusahaan atau sebagai bagian dari alat iklan.

“Awalnya cuma hobi. Saya sering gambar-gambar tokoh superhero. Makin lama, bakat menggambar saya makin bagus. Teman-teman yang tadi menertawakan, akhirnya terdiam semua setelah melihat semua hasil karya saya,” kata Craddock, tersenyum. Menurut Craddock, dalam kehidupannya, dia hanya bisa melakukan dua hal dengan baik. “Saya dapat bermain sepak bola dan saya pun dapat melukis. Hanya itulah yang dapat saya lakukan,” kata Craddock lagi.


Baca Juga :
- Johan Halls : Dari Arsenal hingga Catwalk
- Robert Fleck : Asisten Guru di Sekolah Khusus


Dengan melukis pula, dia pun dapat memberikan hadiah kepada orang-orang yang memiliki arti dalam kehidupannya. Di antara sosok itu adalah mantan pemilik Wolverhampton, Jack Hayward, yang sudah tiada. Lukisan Craddock, hingga kini, masih terlihat di salah satu dinding di koridor jalan masuk Stadion Molineux. Karena bakatnya itu, Craddock menilai akan memanfaatnya sebaik mungkin. Kegiatannya melukis diakui sudah dilakukan selama bertahun-tahun bahkan ketika dirinya masih bermain.

“Namun, saya kira, saya baru belakangan ini menyadari bahwa saya adalah seorang seniman,” katanya, sambil tertawa. “Ya, profesi sebagai seniman tampaknya secara alamiah akan saya jalani setelah saya pensiun dari sepak bola,” selain melukis wajah atau alam, dia pun mencoba mencari jenis yang lain seperti graffiti atau lukisan foto.

“Tapi, saya membutuhkan sesuatu yang serius yang membuat orang-orang melihatnya pula secara serius dan membuat orang mengenal bahwa itu adalah lukisan saya,” kata Craddock. Dalam kariernya, Jody Craddock telah memperkuat sejumlah klub di Liga Primer. Selain bermain untuk Wolverhampton, dia pun tampil bersama Sunderland dan Stoke City.* Irfan Sudrajat
 

n
Penulis
nana sumarna
news