TOP FEATURE FOOTBALL
Duo Maung Bersaudara Era Milenial
13 April 2019 12:25 WIB
berita
Beckham Putra Nugraha (kiri) dan Gian Zola Nasrulloh Nugraha - TopSkor/Dani Wihara
PEMAIN bersaudara dalam satu tim bukan hal baru dalam sepak bola. Banyak terjadi di belahan dunia. Tidak terkecuali di lambung kapal Persib Bandung. Pada era 1970-an ada Soendoro bersaudara yang diwakili Risnandar dan Giantoro. Lalu, paruh 1980-an Robby dan Roy mewakili Darwis bersaudara. 

Pada era itu pula Yadi Mulyadi dan Dudi Subandi menjadi dua bersaudara di kubu Maung Bandung. Selain Budiman Yunus dan Deden Suparhan. Kini dalam era milenial, duo bersaudara bakal diciptakan Gian Zola Nasrulloh Nugraha dan Beckham Putra Nugraha. 

"Senang banget kalau bisa main sama Zola di tim Persib tahun ini. Jujur, ini momen yang saya tunggu-tunggu. Kebetulan kami berdua sudah berada di tim yang sama. Semoga jadi kenyataan, seperti era pemain bersaudara lainnya di Persib dahulu," kata Beckham kepada TopSkor. 


Baca Juga :
- Hillier, Pemadam Kebakaran
- Karena Disabilitas Juga Jakmania



Dari jajaran pemain muda, Beckham hampir pasti bakal jadi bagian utama Maung Bandung pada kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Indikatornya, gelandang 17 tahun itu selalu ditampilkan pelatih Miljan Radovic pada turnamen pramusim Piala Presiden.  Dalam regulasi harus ada tujuh pemain U-23 dalam tim kontestan Liga. 

Hal itu makin memantapkan posisi pencetak gol terbanyak Liga 1 U-19 2018 itu bersama Persib. "Target saya setelah bawa Persib U-19 juara ya promosi ke tim Persib senior. Sekarang sudah di Persib senior. Pasti saya akan berusaha keras tetap berada dalam asuhan Radovic," Beckham menuturkan.

Sementara Zola tidak berani bicara terlalu jauh meski Persib adalah prioritasnya. Berseragam Pangeran Biru adalah obsesinya sejak memulai karier sepak bola. Tapi faktanya, beberapa musim ia bukan pilihan utama pelatih.
 
Bahkan dalam era Mario Gomez musim lalu, jebolan Diklat Persib itu harus berbaju Persela Lamongan untuk merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi di Indonesia. "Saya harus kerja keras dulu. Menggoda perhatian pelatih dengan kinerja positif,” Zola menuturkan dalam sebuah kesempatan berbincang dengan TopSkor. 

“Saya belum tahu dibutuhkan atau tidak oleh Radovic, meski keinginan bertahan di Persib sangat kuat. Dan ada peluang bisa satu tim dengan Beckham," pemain kelahiran Bandung, 5 Agustus 1998, itu menambahkan.

Dilema Zola jika dipilih jadi bagian Persib adalah durasi bermain. Jika pemain asing anyar Persib yang kabarnya akan menggantikan Srdjan Lopicic berposisi playmaker, otomatis Zola bakal jadi pilihan kedua. Tidak mungkin pemain asing jadi cadangan, kecuali kualitas tekniknya setara pemain lokal.

Jika itu yang terjadi, posisi Zola di timnas bakal rawan. Performanya bisa anjlok karena kehilangan menit bermain di klubnya. Satu-satunya opsi paling aman, Zola kembali keluar dari Persib. Apalagi banyak klub yang menunggu tanda tangannya.


Baca Juga :
- Gadget Musuh Terbesar Pesepak Bola
- Drenthe Sempat Menjadi Rapper

"Betul ada beberapa klub yang ngajak saya bergabung. Tapi saya masih menunggu keputusan Radovic dan Persib. Jadi nikmati dulu saja waktu yang ada," ucap Zola. Budi Nugraha, orangtua Zola dan Beckham yang selalu menyempatkan diri menonton latihan kedua putranya tersebut, berharap keduanya memperkuat Persib musim ini.

"Lihat mereka pergi latihan bareng satu motor, emosi saya meluap. Selama ini mereka berjauhan. Latihan masing-masing dengan klubnya. Semoga saja mereka berjodoh di Persib. Itu kebanggaan yang luar biasa," ucap Budi.* Dani Wihara

n
Penulis
nana sumarna