ONE CHAMPIONSHIP
Prediksi Stefer Rahardian dan Anthony Engelen Untuk One: Roots of Honor
10 April 2019 19:21 WIB
berita
Narantungalag “Tungaa” Jadambaa menantang juara dunia One featherweight Martin Nguyen
JAKARTA - Dua gelar juara dunia ONE Championship akan dipertaruhkan di Manila pada Jumat (12/4). Laganya bertajuk One: Roots of Honor. 

Perebutan sabuk emas ONE strawweight dan ONE featherweight ini mendapat sorotan dari petarung asal Indonesia, Stefer “The Lion” Rahardian, yang juga bertanding dalam divisi strawweight.

Stefer memprediksi akan ada juara baru di kelas tersebut, dimana hal ini berarti Joshua “The Passion” Pacio akan dapat kembali merebut gelarnya setelah kalah dari juara dunia ONE Strawweight Yosuke “The Ninja” Saruta dari Jepang.


Baca Juga :
- Atlet MMA Indonesia Dorong Gerakan Baca Buku
- Begini Dua Petarung Andalan Indonesia Hadapi Serangan Bullying



Laga tersebut menjadi rematch bagi kedua petarung, setelah Yosuke meraih gelar pertamanya di Jakarta Januari lalu dengan split decision dari para juri. Joshua, yang berusaha mempertahankan sabuk emas ini, harus menyerahkan gelarnya ke tangan Yosuke.

“Ini rematch yang akan seru, karena di laga sebelumnya juga enggak ada yang terlalu dominan. Yang pasti, Pacio bakal enggak mau kalah dan akan memberikan 200 persen kemampuannya – karena ia tampil di depan pendukungnya,” jelas Stefer.

Kenyataannya, kedua petarung ini memiliki kemampuan yang hampir seimbang. Mereka lincah di duel atas dan sama kuatnya di duel bawah. Namun, menurut Stefer, Joshua memiliki sisi agresif dalam takedown. “Menurut saya, laga akan berakhir lewat putusan juri. Tapi kali ini tuan rumah yang akan menang,” kata Stefer.

Menurut atlet asal Bali MMA ini, dukungan suporter akan berperan sangat besar bagi seorang petarung untuk menunjukan kemampuan terbaiknya, terutama ketika berada dalam posisi terpojok. Teriakan para suporter di stadion dapat menjadi alasan kuat untuk tidak menyerah dan mengingatkan tentang keringat perjuangan selama latihan, jelasnya. Namun, hal ini dapat pula menjadi beban jika sang atlet salah bersikap.

“Bisa menjadi penyemangat atau beban. Saya selalu berusaha mengarahkannya menjadi motivasi,” ungkapnya.

Sementara, untuk perebutan gelar juara dunia ONE featherweight antara Martin “The Situ-Asian” Nguyen dan Narantungalag “Tungaa” Jadambaa, Anthony “The Archangel” Engelen memprediksi bahwa Martin akan tetap mempertahankan gelarnya.

Atlet berdarah Indonesia-Belanda yang baru saja pulang ke Indonesia setelah menghadapi Garry Tonon di Jepang akhir bulan lalu ini mengatakan bahwa Martin mampu mengakhiri laga di ronde kedua.

“Tentu saja ini akan jadi partai yang berat [bagi Martin], tapi saya pikir ia akan menang KO/TKO di ronde kedua,” ujar Anthony, yang saat ini sedang berada di Jakarta sebelum kembali berlatih di Bali MMA.  

Petarung berusia 30 tahun yang bernaung dibawah sasana Hardknocks 365 ini berhasil mempertahankan gelarnya sejak tahun 2015. Dalam beberapa tahun terakhir, ia mengalahkan beberapa petarung elit di ONE, termasuk Eduard “The Landslide” Folayang dari Filipina.

“Martin telah menunjukan perkembangan luar biasa selama dua tahun terakhir. Ia mengalahkan petarung top dan kini berlatih di gym baru. Saya kira sulit untuk mengalahkannya saat ini,” tambah Anthony.

Tetapi, Narantungalag yang berumur 43 tahun bukanlah atlet sembarangan. Petarung asal Mongolia ini adalah mantan pemegang gelar Juara Dunia ONE Featherweight sebelum kalah melawan Marat Gafurov. Pengalaman panjangnya sebagai seorang petarung elit dapat menjadi kartu as dalam pertandingan nanti.

“Sulit menganalisa kelemahan Narantungalag. Meski secara usia ia lebih senior dari kebanyakan kita semua, ia masih telihat bugar dan kuat. Daya tahan tubuhnya adalah salah satu kelebihan yang dia miliki,” tutur Anthony.


Baca Juga :
- Cerita Priscilla Hertati Berlibur Bersama Para Juara Dunia di Thailand
- ONE Championship Resmikan Kerjasama dengan Organsisasi MMA Dunia

“Ia juga memiliki striking yang bagus. Dia hanya perlu satu momen yang tepat untuk melancarkan satu pukulan dan dia dapat menjadi pemenang. Yang jelas, ini akan jadi pertarungan keras.”

Dengan dua perebutan gelar Juara Dunia di Manila ini, ONE: ROOTS OF HONOR tentunya akan menarik perhatian para penggemar di seluruh dunia – terutama setelah konferensi pers yang dihadiri oleh lebih dari 500 outlet media lokal dan internasional di Manila.*

news
Penulis
Suryansyah