BULUTANGKIS
Juara All England 8 Kali Ini Sebut Hendra/Ahsan sebagai Anutan
20 March 2019 18:49 WIB
berita
Ketua Umum PB Jaya Raya Rudy Hartono memuji pencapaian Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang sukses menjuarai All England 2019 setelah pada 2014. (Foto: TopSkor.id/Choirul Huda)
JAKARTA – Hendra SetiawanMohammad Ahsan membuktikan usia hanya hitungan di atas kertas. Itu diperlihatkan mereka pada All England 2019 yang berujung sebagai juara.

Kesuksesan pasangan yang akrab disapa The Daddies ini menarik. Sebab, lawan-lawannya sejak babak pertama hingga final memiliki usia yang relatif muda.


Baca Juga :
- Sirnas Kalsel Spesial untuk Pemain PB Djarum Ini
- Audisi Umum PB Djarum di Bandung Loloskan 24 Peserta




Di sisi lain, Hendra genap 35 tahun pada 25 Agustus mendatang diikuti Ahsan yang berulang tahun ke-32 (7 September). Fakta itu diapresiasi Ketua Umum PB Jaya Raya Rudy Hartono.

Pria 69 tahun ini sangat bangga dengan pencapaian Hendra/Ahsan. Menurutnya, apa yang dilakukan juara dunia 2013 dan 2015 ini sangat memotivasi pemain muda lainnya.


Baca Juga :
- Audisi Umum PB Djarum Memulai Perjalanan di Kota Bandung
- Bandung Titik Awal PB Djarum Bidik Atlet Muda Bermental Juara


“Hendra/Ahsan merupakan contoh, anutan, bagi pemain muda. Bahwa, usia bukan halangan,” kata Rudy dalam sambutan pemberian hadiah bersama PB Djarum Kudus senilai Rp 200 juta masing-masing untuk Hendra dan Ahsan yang menjuarai All England 2019 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Rabu (20/3).

“Usia di atas 30 tahun bisa juara, apalagi pada turnamen yang bergengsi itu tidak gampang. Pemberian penghargaan seperti ini juga penting bagi yang juara atau belum. Agar termotivasi,” sosok yang semasa jadi pemain sukses juara All England hingga delapan kali ini manambahkan.

Sepanjang kariernya, Hendra/Ahsan sudah dua kali jadi yang terbaik di All England. Sebelumnya, mereka sukses juara pada 2014 silam.

Hendra/Ahsan mulai ditandemkan sejak 2012 silam yang berlangsung hingga kini. Dalam periode itu, mereka juga sukses jadi juara dunia 2013 dan 2015 serta Asian Games 2014.

“(Bonus ini) bukan memanjakan Namun, supaya yang lain juga mau berjuang. Tentunya, tidak semua turnamen kan ada penghargaan seperti ini,” Rudy, mengungkapkan.

All England merupakan turnamen bulu tangkis tertua di dunia. Dalam strataa BWF World Tour 2018-2021, selevel dengan Indonesia Open dan China Open yang sama-sama menyandang Super 1000.***

news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news