UMUM
Pengangkatan Gusti Randa Sebagai Plt Ketua Umum PSSI Dinilai Ilegal
19 March 2019 19:07 WIB
berita
Foto - Ari DP
JAKARTA – Publik sepak bola di Tanah Air dibuat terkejut dengan pengumuman Gusti Randa sebagai Plt. Ketua Umum PSSI. Hal itu karena bukan Iwan Budianto yang menjadi Plt. Ketua Umum, padahal hanya dia yang tersisa sebagai Wakil Ketua Umum PSSI.

Itu setelah Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor di sepak bola Indonesia. Selasa 19 Maret 2019 publik mendapat kabar Gusti Randa ditetapkan sebagai Plt. Ketua Umum, hlyang disebutkan karena keputusan rapat Exco PSSI.


Baca Juga :
- FIFA Tolak Keinginan PSSI Mempercepat Kongres
- Soal Kongres Pemilihan, PSSI Tak Bisa Paksa FIFA




“Itu mau-maunya PSSI saja yang suka membuat sensasi dan kontroversi. Pengangkatan Gusti Randa menjadi Plt Ketua Umum PSSI ilegal karena tidak sesuai dengan Statuta PSSI,” kata Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali.

Joko Driyono adalah Plt Ketua Umum PSSI yang menggantikan Edy Rahmayadi karena mundur saay Kongres PSSI di Bali, 20 Januari 2019. Joko Driyono ditunjuk karena merupakan Wakil Ketua Umum PSSI tertua. 


Baca Juga :
- Evaluasi Timnas U-18 Usai Kalahkan Filipina 7-1
- Mengaku Belum Dibayar, PSBL Langsa Tagih PSSI Match Fee Piala Indonesia


Namun, Joko Driyono kemudian menjadi tersangka pengrusakan barang bukti terkait perkara match fixing (skandal pengaturan skor pertandingan), sehingga ia menyerahkan kursinya kepada Gusti Randa.

Menurut Akmal, seharusnya yang ditunjuk menggantikan Joko Driyono adalah Iwan Budianto, bukan Gusti Randa yang hanya angota Exco biasa, sebagaimana 12 anggota Exco lainnya.

“Seharusnya Iwan Budianto, karena dia satu-satunya Wakil Ketua Umum PSSI setelah Jokdri ditunjuk menjadi Plt Ketua Umum,” ujar Akmal.

Menurut Akmal semestinya Joko Driyono tidak perlu mengangkat Plt Ketua Umum PSSI baru. Cukup konsentrasi menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) saja yang sudah diputuskan Exco pada 19 Februari 2019.

“Mestinya Jokdri konsentrasi saja pada penyelenggaraan KLB, dengan segera minta rekomendasi ke FIFA,” katanya.*Ari DP

 

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news