TOP OPINI FOOTBALL
Barca vs MU di Perempat Final, Partai Puncak yang Datang Terlalu Awal
15 March 2019 19:22 WIB
berita
Lionel Messi coba ditahan oleh Ryan Giggs di final Liga Champions 2011. -TopSkor.Id/Istimewa-
DELAPAN tim di perempat final Liga Champions 2018/19 berisi tim-tim yang punya potensi bagus untuk terus melaju ke semifinal atau bahkan ke final. Memang, bisa dibuatkan urutan teratas sampai di peringkat kedelapan. Ketiadaan Real Madrid karena disingkirkan Ajax Amsterdam di babak 16 besar sedikit mengubah peta persaingan.

FC Barcelona menempati posisi teratas. Beda tipis dengan tim lainnya jika merujuk pada bermacam variabel penghitungan. Namun secara umum, Barca punya semua persyaratan untuk ditempatkan di posisi teratas. Jika demikian, bagusnya Barca bertemu tim yang tidak terlalu berat di perempat final.


Baca Juga :
- Kelebihan Berat Badan, Lukaku Absen Laga Pembuka Inter
- Tidak Perlu Tunggu Dzeko, Inter Siap Tancap Gas




Tujuannya agar babak semifinal bisa makin seru. Alangkah bagusnya terjadi akumulasi ketegangan hingga klimaksnya di partai final. Harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Pada undian untuk babak perempat final, semua tim berlaku setara. Tidak ada pembedaan pot macam-macam.

Hasilnya, Barca langsung bertemu dengan Manchester United (MU). Bicara soal urutan kandidat, MU sangat layak juga berada di posisi tertinggi bersama Barca. Meski baru tiga bulan kurang mereka bangkit namun kekuatan sesungguhnya MU sudah terlihat. Sosok Ole Gunnar Solskjaer jadi faktor utama.


Baca Juga :
- Lukaku Datang, Conte pun Senang
- Solskjaer Tiba di Pelatihan Carrington, Marcos Rojo Bersiap Jejaki Lukaku Tinggalkan Old Trafford


Pelatih yang masih berstatus pelatih sementara itu mampu membuat hampir semua pemainnya bisa tampil impresif. Solskjaer seperti tak mengalami kesulitan merotasi pemainnya tatkala mereka dihantam krisis cedera. Lolos ke babak perempat final setelah tertinggal 0-2 dari Paris Saint Germain jadi bukti.

Kesan pertama hasil undian ini, ada partai final yang datang terlalu pagi. Ya, Barca vs MU minimal di semifinal tapi kenyataannya di perempat final. Selanjutnya, nikmati sajalah final kepagian ini dengan suka cita. Anggap saja ini bagian dari kejutan di Liga Champions yang selalu ada dari musim ke musim.

Selain performa dan kualitas kedua tim yang relatif setara, faktor historis kian membuat fenomenalnya pertemuan ini. Masih segar dalam ingatan bagaimana MU dikalahkan Barca dalam dia laga final. Pertama untuk musim 2008/09 di mana Barca menang 2-0. Lalu, 2010/11 dengan Barca kembali menekuk MU 3-1.

Siapa yang paling diunggulkan di laga ini? Belum bisa disebutkan sekarang. Pertemuan pertama akan berlangsung pada 8 April. Masih ada waktu untuk melihat perkembangan masing-masing tim. Utamanya soal cedera dan kondisi terakhir di kompetisi domestik. Saat ini MU masih krisis cedera tapi bakal ada yang pulih sebelum tanggal itu.

Sebaliknya, bisa saja ada penggawa Barca yang dihajar cedera sebelum laga pertama tersebut. Menempatkan kedua tim di posisi setara jadi yang paling adil. Selanjutnya, tinggal bagaimana Ernesto Valverde dan Solskjaer meracik strategi. Pada akhirnya, strategi pelatihlah yang paling menentukan.

Soal motivasi para pemain, keunggulan teknik individual, dan keberpihakan wasit hanya bumbu yang membuat laga berjalan menarik. Kick-off belum dimulai tapi Valverde dan Solskjaer sudah bertanding sejak sekarang. Memahami kondisi timnya dan mengukur kekuatan lawan.

Jadi, kita tunggu saja bagaimana masing-masing pelatih menyiapkan timnya. Tentunya sambil memantau siapa yang bisa dimainkan atau absen. Optimisme masing-masing pun sudah memancarkan frekuensinya dalam tiap perbincangan santai. Ya, membicarakan Barca vs MU seakan sudah final tapi kepagian.*  

D
Penulis
Dedhi Purnomo
BarC4!
news