news
BULUTANGKIS
Hendra/Ahsan Juara All England 2019, Fokus adalah Koentji!
11 March 2019 10:04 WIB
berita
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menjuarai All England 2019 yang mengulangi pencapaian pada 2014 silam. (Foto: Dokumentasi PBSI)
BIRMINGHAM – Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan kembali mengharumkan Indonesia. Itu terjadi pada All England 2019 dengan keluar sebagai yang terbaik.

Tepatnya, setelah mengalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik pada final yang berlangsung di Birmingham Arena, Minggu (10/3). Dalam duel berdurasi 48 menit itu, Hendra/Ahsan sukses menghentikan perlawanan wakil Malaysia, skor 11-21, 21-14, 21-14.




Baca Juga :
- Faktor Kebugaran Jadi Kunci Kekalahan Hendra/Ahsan
- Komentar Hendra/Ahsan Usai Tersingkir dari Fuzhou Open 2019




Kemenangan itu mengulang pencapaian lima tahun silam. Tepatnya, saat Hendra/Ahsan menjuarai All England 2014.

“All England merupakan turnamen yang bergengsi. Senang bisa juara lagi di sini. Motivasinya harus tinggi. Ini partai final dan All England. Tentu, kami tidak mau kalah begitu saja,” kata Hendra dalam rilis PBSI.


Baca Juga :
- Sering Bertemu Lawan di Babak Pertama Fuzhou Open, Hendra/Ahsan Akui Sudah Kenal Gaya Permainan
- Jelang Turnamen Fuzhou Open 2019, Hendra/Ahsan Fokus Jaga Kondisi


“Sama dengan Ahsan yang (juara) 2014. Bedanya, usia (bertambah). Pasti ada rasa spesial. Terima kasih untuk doanya dari suporter di Indonesia dan penonton di sini. Cedera? Saya hanya fokus pada pertandingan. Sebisa mungkin tidak memikirkan kaki meski masih terasa.”

Ya, Hendra masih tertatih akibat betisnya bermasalah saat semifinal (10/3). Namun, pria 34 tahun ini mampu meredam sakit hingga juara.

Ditambah, dengan cover Ahsan yang sempurna di segala lini lapangan. Kolaborasi mereka sukses mengantar satu-satunya gelar bagi Indonesia pada turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini.

“Pasti, ketika kehilangan game pertama, kami tidak mau menyerah. Meski, kalah jauh tetap berusaha menerapkan strategi. (Sebab) kalau kalah, kami harus beri perlawanan. Alhamdulilah, kami bisa melalui itu semua,” Ahsan, memberi analisis.

“Bedanya dengan 2014 ya usia. Dulu masih muda, sekarang sudah. Belum terlalu tua. Ha ha ha... Sekarang banyak pemain muda yang kuat-kuat. Kami hanya fokus. Bisa gunakan pengalaman. Itu pasti berguna. Terima kasih untuk dukungan masyarakat Indonesia selama ini.”

Berkat Hendra/Ahsan, akhirnya Indonesia sukses mempertahankan tradisi gelar di All England dalam empat tahun terakhir. Dimulai lewat Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti pada 2016 yang dilanjutkan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (2017 dan 2018).***

loading...
news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news
news