news
TOP INTERVIEW
Silvio Escobar : Bahkan, Menjadi Kiper Pun Saya Harus Bisa
11 March 2019 04:15 WIB
berita
Silvio Escobar - TopSkor/Furqon Al Fauzi 01
SLEMAN – Silvio Escobar mengaku ingin pensiun di Persija. Namun, hal itu tergantung situasi dan kondisi. Pria yang sudah memiliki enam tato ini mengaku akan menambahnya, meski sudah mualaf. Berikut lanjutan wawancara eksklusif Escobar dengan TopSkor di Sleman: 

Berapa target gol di Persija?




Baca Juga :
- Debutan Timnas Futsal Indonesia yang Lebih Pede Kalau Jersinya Dimasukkan
- Naik Turun Bukit Jam 1 Siang Jadi Modal Dodi Alexvan Djin ke Timnas U-23




Saya datang di Persija targetnya kerja keras dan berusaha untuk cetak gol dan bisa bantu tim biar bisa selalu ada di papan atas. Karena suporter Persija sangat excelent. Jadi kami harus kerja sama, semoga gol datang dengan sendirinya.
 
Bagaimana komunikasi dengan Bruno Matos?

Saya komunikasi dengan Bruno menggunakan bahasa Portugis. Dia pakai bahasa Portugis dan saya pakai bahasa Spanyol. Bahasanya mirip-mirip, seperti bahasa Indonesia dan Melayu. 


Baca Juga :
- Wawancara Eksklusif Pelatih Anyar Semen Padang: Tentu Saja Kami Bukan Barcelona
- Ruben Sanadi: Saya Anak Asli Papua, Tidak Ada Perbedaan di Persebaya


Anda merasa kegemukan?

Saya biasa saja. Mungkin kemarin ada yang bilang, tapi saya menghargai itu karena pertandingan pertama saya kurang fit. Yang penting saya kerja, kerja, dan kerja. Biar kalau saya berusaha semua pasti baik. 

Pernah merasa berada di titik terendah?

Waktu saya main di liga Paraguay. Saya cedera tidak parah. Tapi proses penyembuhannya sangat lama dan susah selama delapan bulan. Saya sudah pikir tidak bisa bermain lagi. Akhirnya, setelah delapan bulan, pelatih fisik panggil saya dan bertanya “Kamu masih mau main bola lagi?” “Ya saya mau.” Setelah tiga bulan, saya sudah kembali bermain. Sampai sekarang Alhamdulillah tidak ada cedera lagi. Itu umur 20 tahun. Pelatih fisiknya namanya Mendoza

Target yang ingin dicapai?

Kami harus lihat kedepannya bagaimana. Inginnya bisa juara di sini (Persija), lama di sini dan sampai pensiun tapi kami tidak akan tahu kedepannya bagaimana. Ada banyak situasi yang harus kami lewatin. 

Posisi striker dari kecil?Pertamanya main di sayap, terus pelatih waktu di Liga 1 Paraguay melihat potensi saya jadi striker. Dari situ saya mulai menjadi striker. Tapi kalau tim butuh saya menjadi winger atau apapun, saya harus berusaha. Bahkan, menjadi kiper pun harus bisa kalau tim membutuhkan harus siap.
 
Proses naturalisasi seperti apa?

Ini lagi diproses. Saya tidak mau buru-buru dan saya ingin jadi Warga Negara Indonesia (WNI). Sesuai prosedur saja. Semoga ke depan semua baik dan lancar, biar selesai cepat biar bisa cepat jadi WNI.

Sejak kapan keinginan jadi WNI itu muncul?

Sejak menikah. Istri minta saya harus ambil keputusan. Saya ditanya istri, “Apakah mau tetap di sana apa jadi WNI?” Kami selalu berkomunikasi dan apa yang kami mau pasti ada keputusan berdua. Ini saya pikir juga karena keluarga saya ada di sini, makanya saya ingin jadi WNI. Suasana hati saya sangat baik di sini (Indonesia).

Respons keluarga?

Kalau keluarga di Paraguay selalu suport saya dalam hal apapun yang positif. Mama dan kakak selalu bilang itu. Mereka bilang, “Yang terbaik buat kamu itu tidak masalah.”

Punya bisnis di luar sepakbola?

Bisnis belum, tapi mau ada rencana. Mungkin saya baru memulai bisnis kontrakan bersama istri saya. Tidak banyak. 

Alhamdulillah cukup untuk kami. Di daerah Depok. Anda suka Tato. Ada berapa banyak?

Ada tato istri saya, Merry Marsita Escobar, tato macan, dan kata-kata dari keluarga yang berbunyi “Keluarga saya bawa contoh dari bapak saya dari mama, kebersamaan sama keluarga”. Totalnya enam. Masih mau nambah sih, meskipun saya sudah mualaf, karena menurut saya tato ini bukan menunjukan saya orang tidak baik. Yang penting hati dan pikiran saya selalu bersih dan jujur.* Furqon Al Fauzi 

loading...
n
Penulis
nana sumarna
news
news