news
BULUTANGKIS
Tembus Semifinal, Begini Pengakuan Fajar/Rian Usai Pulangkan Wakil Malaysia
09 March 2019 06:03 WIB
berita
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto sukses menembus semifinal All England 2019 usai mengeliminasi Goh V Shem/Tan Wee Kiong pada 8 Maret lalu. (Foto: Dokumentasi PBSI)
BIRMINGHAM – Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu ganda putra terbaik dunia. Itu diperlihatkan mereka pada All England 2019 dengan menembus semifinal.

Tepatnya, seteleh mengalahkan Goh V Shem/TanWee Kiong pada perempat final yang berlangsung di Birmingham Arena, Jumat (8/3). Hanya butuh waktu 40 menit bagi Fajar/Rian untuk menghentikan wakil Malaysia hingga dua set langsung, skor 22-20, 21-12.




Baca Juga :
- Faktor Kebugaran Jadi Kunci Kekalahan Hendra/Ahsan
- Komentar Hendra/Ahsan Usai Tersingkir dari Fuzhou Open 2019




Sekaligus, menggenggam tiket ke semifinal All England untuk kali pertama. Fajar/Rian mengikuti jejak seniornya, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan yang lebih dulu melaju ke babak empat besar usai mengeliminasi wakil Jerman, Mark Lamsfus/Marvin Seidel, 21-12, 21-13.

“Dibilang mudah ya tidak juga. Pada game pertama, kami sempat tertinggal. Namun, setelah itu kami langsung fokus,” kata Rian seusai pertandingan seperti dikutip dari rilis PBSI.


Baca Juga :
- Sering Bertemu Lawan di Babak Pertama Fuzhou Open, Hendra/Ahsan Akui Sudah Kenal Gaya Permainan
- Jelang Turnamen Fuzhou Open 2019, Hendra/Ahsan Fokus Jaga Kondisi


“Pertama, bersyukur Alhamdulillah, bisa ke semifinal. Hanya, kami tidak boleh puas sampa di sini. Masih ada pertandingan lagi (menuju juara). Harus step by step Jaga fokus dan staminanya,” Fajar, menimpali.

Kemenangan atas Goh/Tan merupakan yang kedua bagi mereka. Sebelumnya, Fajar/Rian sukses mengalahkan peraih medali perak Olimpiade 2016 pada final Malaysia Masters 2018, skor 21-14, 22-24, 13-21.

Dukungan penonton di Birmingham diakui mereka jadi penambah semangat. Maklum, banyak pelajar, mahasiswa, atau pekerja Indonesia yang bermukim di Inggris.

“Suara suporter kedengaran banget. Karena hall di ini kan tidak seperti Indonesia. Teriakan satu orang saja bisa terdengar. Dukungan penonton sangat berpengaruh untuk memotivasi kami,” ujar Fajar, semringah.

“Untuk pola main, tidak jauh beda dengan pertemuan sebelumnya. Tipe (Goh/Tan) memang begitu. Mereka banyak defens,” Rian memberi analisis.***

loading...
news
Penulis
Choirul Huda
Juventini pemilik akun twitter dan instagram @roelly87
news
news