TOP FEATURE FOOTBALL
Tony Maksimalkan Peluang Bisnis
08 Maret 2019 04:15 WIB
berita
Tony Sucipto tidak jarang langsung turun tangan ke dapur tempat usaha kulinernya untuk memberikan yang terbaik kepada pelanggan.
TIDAK ada yang bisa meramal kapan karier keemasan seorang atlet pesepak bola akan berakhir. Biasanya memasuki usia kepala tiga menjadi alarm bagi pemain untuk bersiap diri menghadapi masa akhir pensiunnya. Seperti Tony Sucipto, pemain bertahan yang suidah 33 tahun itu dapat memikirkan masa depannya kelak kala tidak lagi bermain di dunia sepak bola.

Tony memiliki usaha kuliner yang sudah di bangun sejak empat tahun lalu. Rumah makan itu dibangun Tony pada tahun 2015, tepatnya saat FIFA memberikan sanksi kepada Indonesia terkait pembekuan kompetisi di Tanah Air.  Ia mendirikan rumah makan yang diberi nama Sari Rasa Sambel Hejo Cipaganti, di Kota Bandung. 

Pemain yang kini membela Persija Jakarta menilai usaha kuliner sebagai salah satu bisnis yang potensial di Bandung. “Saya rasa bisnis kuliner ini akan bisa terus dikembangkan karena itu sebagai kebutuhan. Ada peluang untuk melakukan ini kenapa tidak coba,” ujar Tony.


Baca Juga :
- Hillier, Pemadam Kebakaran
- Karena Disabilitas Juga Jakmania



Merambah kedalam dunia bisnis memang salah satu cita-cita Tony selain menjadi pemain sepak bola. “Ini semua memang sudah direncanakan sejak lama. Sampai saat ini bisnis masih berjalan dengan baik. Saya memilih Sambel Hijo mudah karena franchise. Selain itu, makanan khas Jabar juga biasanya salah satu yang dicari banyak orang,” katanya.

Mantan pemain Persib Bandung itu sangat menyadari bahwa pemain sepak bola itu tidak selamanya berada di sepak bola. Artinya pasti ada masanya mereka akan keluar dari dunia tersebut untuk menjalani kehidupan selanjutnya.
Setelah berhasil menjaga bisnis kulinernya itu tetap berjalan, Tony mulai merintis ke usaha lain yaitu dalam bidang Fashion. Bisnis fashion yang baru dirintis Tony pada tahun lalu itu diberi nama Sixt Project. Saat ini, produk yang dijual Sixt Project adalah kaus bergaya kasual. 


Baca Juga :
- Gadget Musuh Terbesar Pesepak Bola
- Drenthe Sempat Menjadi Rapper

“Masih mau melihat pasarannya dulu akan seperti apa. Tapi tidak menutup kemungkinan nanti akan bertambah menjual sweater dan jaket,” kata Tony. Menurut Tony menjalani bisnis saat dirinya masih merumput di lapangan adalah satu hal yang menarik. Selain hal ini akan menguntungkan, di sisi lain sebagai pembelajaran untuk dirinya.

“Menjalani bisnis Fasion ini berawal dari dorongan temen-temen di bandung. Diantara mereka juga ada yang terlebih dahulu melakukan bisnis fashion ini. Saya juga banyak belajar dari mereka,” ujar Tony. Six Project yang masih seumur jagung ini baru memulai memasarkan produknya melakukan media yang berbasis online. “Ya, saat ini baru promosi-promosi lewat instagram. Nanti kedepan, kalau dilancarkan akan saya buatkan tokonya,” ujar Tony.*CR6

n
Penulis
nana sumarna